Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pasca ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kp Loji, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Sabtu (16/01) kemarin, proses evakuasi berjalan alot. Hal itu terjadi lantaran hanya menggunakan peralatan seadanya saja, Minggu (17/01).

Padahal proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Tagana, Pramuka, PMI serta sejumlah relawan lainnya. Dalam pelaksanaanya semua terlihatĀ  saling bahu membahu mengevakuasi puing-puing reruntuhan.

” Proses evakuasi saat ini masih dilakukan secara manual. Untuk alat berat dari PUPR, kebetulan sedang meluncur menuju lokasi. Ya, mudah-mudahan evakuasinya bisa selesai hari ini, dan tidak ada lagi korban,” kata Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Muhammad Wahyu pada wartawan, Minggu (17/01).

Muhammad Wahyu melanjutkan, para santri yang menjadi korban musibah itu, saat ini hampir semua sudah pulang. Kendati demikian, memang masih ada beberapa santri yang masih di rawat di RS, karena mengalami luka yang serius dan harus dirawat secara intensif.

” Para santri yang menjadi korban, kini sudah kembali ke pondok, tapi ada juga yang pulang ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Selanjutnya, Muhammad Wahyu mengatakan, mengenai aktivitas di pondok sementara waktu dihentikan dulu. Karena dikhawatirkan masih ada trauma selama proses evakuasi berlangsung.

” Kita semua mengharapkan evakuasi reruntuhan puing-puing ini berjalan lancar. Artinya tak ada hambatan dan semuanya bisa kembali baik lagi,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here