Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelaksanaan evukasi pohon trambesi yang tumbang menimpa bangunan Kantor Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, terkesan sulit. Karena banyaknya penghalang yang menyulitkan petugas.

Seperti adanya, kabel jaringan listrik, kabel jaringan telpon dan padatnya arus lalu lintas di jalan raya Ciranjang – Bojongpicung. Ditambah lagi ada pelaksanaan Pilkada Bupati Cianjur.

Salah seorang pegawai PUPR UPTD Ciranjang, Dana (54) mengatakan, tumbangnya berbagai pohon termasuk  pohon trambesi yang menimpa bangunan Kantor Desa Mekargalih, terjadi akibat angin kencang. Hal itu terjadi pada Selasa (8/12/2020) sekira  pukul 17. 45 WIB.

Pohon tumbang yang menghalangi arus lalulintas, saat itu juga bisa dievakuasi dan arus lalin pun kembali lancar. Namun untuk mengevakuasi pohon trambesi yang menimpa bangunan Kantor Desa Mekargalih, cukup lamban.

Salah satu penyebabnya, karena adanya pelaksanaan Pilkada Bupati Cianjur. Ditambah adanya kabel jaringan listrik, kabel jaringan telpon, adanya bangunan makam dan padatnya arus lalulintas. Hingga para petugas harus ekstra hati-hati dan waspada.

“ Biarpun seperti itu, petugas PUPR Ciranjang, nampaknya mampu mengevakuasi pohon tumbang dengan aman dan lancar, ujar Dana, Kamis (10/12/2020).

Sementara itu, Kaur Ekbang Desa Mekargalih Aep Saepudin mengatakan, memang benar adanya pihak petugas PUPR Ciranjang, terlihat kesulitan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa Kantor Desa Mekargalih.

Terbukti, pelaksanaan evakuasi mencapai dua hari. Yakni mulai Rabu (09/12). Setelah setelah melaksanakan tugas mencoblosan di TPS nya masing-masing, evakuasi pohon tumbang diteruskan pada Kamis (10/12) dan selesai pada pukul 14, 00 WIB.

Alotnya evaksasi pohon tumbang, itu albanyaknya faktor yang menghalangi para pekerja. Termasuk padatnya lalu lalang kendaraan, hingga terjadi buka tutup,

Mengenai perbaikan bangunan Kantor Desa Mekargalih sambung Aep, akan dumusyawarhkan terlebih dahulu dengan pihak BPD setempat. Untuk sementara ruangan BPD dan ruang operator administrasi pelayanan masyarakat dikosongkan. Karena banyaknya puing reruntuhan matrial yang ambruk. “ Sedangkan kerugian materi belum bisa diperhitungkan dengan pasti, tapi diperkirakan sekitar puluhan juta rupiah,” jelas Aep

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here