Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Dua Kepala Keluarga yakni Kakek Dana (68) dan Keluarga Yayat Supriatna (57), keduanya hidupnya satu rumah di Kp Parung Bitung RT 03/03 Desa Kertamukti Kec. Haurwangi Kab. Cianjur. Keduanya menderita penyakit paru (KP) yang sudah akut. Terutama Kakek Dana, tubuhnya sudah mengering, perutnya terlihat kosong. Itu akibat kurangnya asupan makanan, gizi, protein dan cairan.

Melihat hal itu, pihak Pemerintahan Desa Kertamukti, Puskesmas Haurwangi, pihak Kepolisian dan pihak Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, datang  kerumahnya sambil membawa mobil Ambulan untuk mengobati dan merawatnya di RSUD Cianjur. Namun sayang keluarga Kakek Dana menolaknya. Keluarga secara tegas menolak  Kakek Dana dan Yayat  dirawat di RSUD Cianjur. Pihak keluarga sekan pasrah menunggu takdir dari Illahi.

Camat Haurwangi Iwan Karyadi menjelaskan, telah beberapa kali pihaknya  berkunjung ke rumah keluarga Kakek Dana yang menderita sakit. Malahan tadi siang pihak Kecamatan Haurwangi dengan dr Puskesmas, dan pihak Desa Kertamukti, berkunjung kembali ke rumah Kakek Dana, sambil mendampingi dari pihak Dinsos Cianjur.

Selain sedikit memberikan santunan juga sekaligus untuk mohon izin pada keluarga untuk membawa Kakek Dana dan Yayat ke RSUD Cianjur. Mkasudnya guna pengobatan dan dirawat. Karena Kakek Dana butuh perawatan dengan intensif. “ Namun sayang pihak keluarga menolak Kakek Dana dan Yayat dirawat di RSUD Cianjur,” ucap Iwan pada awak media, Senin (25/01/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti Cepi Agustina menambahkan, hampir tiap hari banyak tamu yang datang dari berbagai dinas instansi lembaga pemerintahan. Bahkan belum lama dari BAZNAS Kabupaten Cianjur,  berkunjung, menjenguk Kakek Dana. Selain memberikan bantuan materil juga tidak sedikit yang ingin membawanya berobat dan dirawat di RSUD Cianjur.

Namun sayang, pihak keluarganya masih tetap menolaknya untuk dirawat di RSUD Cianjur. Padahal pada keluarga Kakek Dana telah dijelaskan. Terutama mengenai utang piutang ke Bank Emok dengan nilai kurang lebih Rp, 3 juta. Itu sudah banyak yang menyanggupinya untuk dilunasi. Tapi nyatanya pihak keluarga Kakek Dana masih tetap menolaknya untuk dibawa ke RSUD Cianjur. “ Meski demikian, pihak kepolisian, Puskesmas dan pihak Desa Kertamukti, akan tetap berupaya melaksanakan perawatan, pengobatan, jalan, jadi pihak Puskesmas Haurwangi tiap hari akan datang melakukan perawatan, pengobatan ke rumah Kakak Dana,” jelas Cepi.

Dilain pihak, Yati Islami (30) istri Yayat anaknya Kakek Dana yang juga menderita sakit penyakit yang sama mengatakan,  memang benar pihak keluarga Kakak Dana, telah menolak untuk dirawat di RS manapun termasuk di RSUD Cianjur. “ Itu karena hasil kesepakatan keluarga, hasil musyawarah seluruh anak – mantu dan saudara Kakek Dana, menolak untuk dirawat di rumah sakit manapun,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here