Jenazah Ecey saat dibawa ke rumah duka

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Ecey (45) warga Kampung Cibolang RT 04/04, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur,  Selasa (25/09), sekira pukul 13.30 WIB, meninggal dunia. Ecey meninggal setelah selesai menebang pohon beringin tua yang berdiri tegak di pinggir lapangan sepak bolla depan Kator Desa Sindangjaya, Kecamtan Ciranjang..

Kauruan saja kematian Ecey membuat geger warga sekitar. Pasalnya pohon beringin besar dan sudah mati itu, diduga warga memiliki kekuatan mistis, dan tempat berkumpulnya mahluk astral.

Informasi yang dapat dihimpun awak media, pohon beringin besar tersebut, telah lama mati, hingga sudah keropos. Karena takut tumbang menimpa warga yang sedang berada dilokasi, khususnya menimpa siswa SDN Gununghalu dan DSN Mitrayasa yang kerapkali bermain di bawah pohon beringin.

Karena itu, pihak Pemerintahan Desa Sindangjaya, sepakat untuk menebang pohon beringin tersebut. Maka disuruhlah Ecey untuk menebang pohon beringin yang berada di pinggir lapang.

Namun entah kenapa, setelah selesai menumbangkan pohon beringin, Ecey mendadang tak sadarkan diri. Warga pun segera memberi pertolongan pada Ecey dan membawa Ecey ke Puskesmas Ciranjang. Namun takdir berkata lain, di tengah perjalanan, Ecey telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Mamat Rahmat (26), teman kerja Ecey, saat dihubungi mengatakan, setelah pohon beringin tumbang, Ecey langsung tersungkur di pinghir lapang. Mamat mengira, Ecey sedang sujud syukur karena pekerjaan menebangnya selesai dengan selamat. Nyatanya, tersungkurnya Ecey karena tak sadarkan diri dan menghembuskan napas terakhirnya, ditengah perjalanan menuju Puskesmas Ciranjang.

Tentu saja kematian Ecey, membuat kaget dan geger warga sekitar. Hingga tidak sedikit warga setempat mengaitkan kematian Ecey dengan mistis. “ Tak tahu apa sebabnya, yang jelas dan pasti Ecey meninggal dunia setelah selesai menebang pohon beringin,” kata Mamat.

Kepala Desa Sindangjaya, Juandi membenarkan, Ecey meninggal dunia setelah selesai menebang pohon beringin besar yang sudah lama mati. Hal itu dilakukan atas perintah pihak Desa Sindangjaya, karena Ecey tergolong ahli dalam hal menebang pohon.

Ditebangnya pohon beringin besar itu juga karena sudah mengering dan keropos. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi, maka pihak desa menyuruh menebang pohon beringin itu.

Juandi menegaskan, meninggalnya Ecey, itu sama sekali tidak ada kaitannya atau penyebab dari  penebangan pohon beringin. “Seperti  tertimpa pohon atau jatuh dari pohon, itu murni akibat serangan jantung dan hasil pemeriksaan medis di Pukesmas Ciranjang menyebutkan, meninggal dunianya Ecey, itu murni akibat terjadinya serangan jantung,” jelas Juandi.

Selanjutnya Juandi mengatakan, meninghal dunianya Ecey jangan dikaitkan dengan mistis. Apalagi disebutkan disambar mahluk astral penghuni pohon beringin. “ Itu salah besar dan takut terjadi musrik, karena secara medis bahwa meninggal dunianya Ecey itu akibat serangan jantung,” ujar Juandi, menegaskan.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban, Sumardi (49) mengatakan, dengan meninggal dunianya Ecey, yang saat itu sedang bekerja menebang pohon beringin tua, itu murni akibat serangan jantung. Karena selain hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Ciranjang, juga Ecey memikiki riwayat penyakit jantung.

Karena itu seluruh pihak keluarga sadar, pasrah menerima kenyataan. Meninggal dunianya Ecey, merupakan takdir dari sang pencipta dan tidak akan menuntut pihak manapun. ” Seluruh keluarga almarhum Ecey, sadar, pasrah bahwa meninggal dunianya Ecey itu takdir Illahi,” ucap Sumardi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here