Massa yang mengaku dari Koalisi Ulama dan Umat melakukan aksi unjukrasa di halaman kantor DPRD Kab. Cianjur

Laporan: Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Kabupaten Cianjur mencetak sejarah baru. Dua kubu pro kontra bupati Cianjur, melakukan unjuk rasa dihari yang sama, Rabu )9/5).

Front Sugih Mukti (pro bupati) yang terdiri dari pemerintah kecamatan, kepala desa beserta staffnya, aktifis, ormas, LSM, dan lembaga lainnya.

Sementara Komat (kontra bupati) terdiri dari pimpinan pesantren, santri, jemaah pengajian (ibu-ibu), aktifis, ormas, LSM, sopir angkutan kota, masyarakat dan beberapa unsur lainnya. Masing-masing kubu memiliki tujuan yang baik untuk Cianjur ke depannya.

Adapun persamaan dan perbedaan persepsi, diyakini semua lapisan elemen masyarakat di kabupaten Cianjur ini, bisa menilai dan merasakan bagaimana sistem kerja dan kinerja bupati saat ini.

Dikhawatirkan terjadi bentrokan oleh kedua kubu. Ratusan pihak keamanan dengan peralatan yang lengkap dari Kepolisian dan TNI pun disiagakan disekitar lokasi dan rute para pendemo.

” Alhamdulillah unjuk rasa hari ini berjalan kondusif, adapun terjadi sedikit miskomunikasi, itu masih bisa diatasi oleh pihak keamanan,” ucap salah seorang aktifis yang berada dilapangan.

Ditengah terik panasnya matahari dan memanasnya suasana, kubu front Sugih Mukti melakukan orasi secara bergantian menyampaikan aspirasinya. Sementara dari kubu Komat melakukan doa bersama dan membaca shalawat.

Kepada awak media Yudi Gunadi selaku koordinator massa front Sugih Mukti mengatakan, menyampaikan aspirasi dan melakukan unjuk rasa adalah hak masyarakat yang sudah diatur dalam UU. “Namun jangan dibarengi dengan isu-isu tidak jelas dan HOAX,” ujar Yudi pada awak media.

Disisi lain, Ustad Umar koordinator massa Komat dengan menggunakan pengeras suara mengatakan, hasil pertemuan dengan anggota Dewan yang baru saja dilaksanakan. Mengenai hak angket harus melalui badan musyawarah (bamus) dan untuk hasilnya akan diumumkan pada hari Jum’at (11/5). “ Namun apabila masih tidak ada hasil, kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sambil berjalan pulang, Ustadz Umat menyaarankan kepada santri dan semuanya, untuk memungut sampah (operasi semut) sisa kegiatan. “ Karena kami betul-betul mencintai Cianjur yang bersih yang tadinya bersih harus kembali bersih,” ungkap Ustad Umar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here