Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Munculnya gerombolan lalat di Pasar Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, diketahui pihak UPTD Pasar Ciranjang dan Muspika Ciranjang sejak sepekan lalu. Karena itu, untuk mengusir gerombolan lalat tersebut, UPTD Pasar Ciranjang segera melakukan penyemprotan pestisida khusus untuk pembasmi lalat.

Namun apa hendak dikata, upaya tersebut tak membuahkan hasil yang maksimal. Meski pihak UPTD Pasar Ciranjang telah melakukan penyemprotan pestisida sebanyak dua kali. Tapi gerombolan lalat masih tetap banyak dan hingga kini masih berkeliaran.

Selain itu upaya untuk membersihkan tumpukan sampah pun sudah dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Ciranjang. Karena lahan bekas pasar terbakar itu masih dalam pengawasan pihak Kepolisian Cianjur.

Kepala UPTD Pasar Ciranjang, Agus Mulyana mengatakan, sepekan setelah terjadinya kebakaaran Pasar Ciranjang, memang benar, lalat berdatangan secara bergerombolan. Hingga membuat pusing dan repot para pedagang dan pengujung pasar. Pihaknya merasa riskan jika sudah turun hujan. Karena akan lebih parah lagi selain banyak lalat juga akan terhirup lagi bau tak sedap yang menusuk hidung.

Karena itu, lanjut Agus Mulyana, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengusir gerombolan lalat. Salah satu caranya dengan melakukan penyemprotan pestisida khusus untuk pembasmi lalat sebanyak dua kali. Namun nyatanya gerombolan lalat tak bisa hilang, malah seakan bertambah banyak.

Tidak hanya itu saja, pihaknya telah melakukan upaya, melakukan koordinasi dengan pihak Muspika Ciranjang dan pihak Polsek Ciranjang serta dinas instansi terkait di Kabupaten Cianjur. Untuk meminta segera sampah yang menumpuk di lahan bekas kebakaran diangkut.

Karena gerombopan lalat berasal dari adanya tumpukan sampah dilahan bekas kebakaran. Agus mengaku tidak berani untuk melakukan tindakan mengevakuasi sampah di lokasi bekas kebakaran teraebut. Karena di lokasi itu masih dipasang Police Line dan masih dalam pengawasan pihak Kepolisian.

” Untuk mengevakuasi dan membersihkan tumpukan sampah, kami masih menunggu izin dari pihak Kepolisian Cianjur,” ujar Agus, Selasa (01/09).

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda warga Kp Asrama Polisi Andika Praja (35)  menambahkan, selain sampah yang menumpuk di lokasi bekas kebakaran, juga baru-baru ini banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan kereta api. Tumpukan sampah itu adalah bekas para pedagang liar yang jualan di pinggir jalan kerata api pada waktu malam sampai pagi.

“ Sampah yang berserakan tersebut, bisa jadi pemicu banyaknya datangmya lalat. Karena itu, kami minta pada pihak desa, Kecamatan Ciranjang dan Pemkab Cianjur untuk segera menertibkan para pedagang liar yang mangkal di pinggir jalan kereta api,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here