Pertemuan antara tokoh Kecamatan Naringgul dengan DPRD Cianjur serta bebrapa OPD kembali digelar, namun hasilnya tetap sama yaitu tidak jelas

Lipitan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews,com – 10 orang tokoh yang mewakili warga Kecamatan Naringgul. kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (04/06). Mereka berharap bisa bertemu dengan pejabat dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tujuan dari pertemuan tersebut tak lain adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan pemindahan kantor Kecamatan Naringgul.

Hadir dalam audensi yang kedua ini, perwakilan anggota dewan komisi I, II, III, perwakilan warga Naringgul, Kepala dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), DInas Pemukiman Perumahan dan Pertanahan (Disperumtan), Dinas PUPR dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Cianjur.

Seolah merasa dipermainakan, hasil pertemuan tersebut masih belum membuat perwakilan warga puas atas jawaban dari eksekutif. Mengingat pembangunan terus berjalan dan kemungkinan pemindahan kantor kecamatan akan tetap dilakukan.

” Kalau urusan puas dan tidak puas, sebenarnya itu relatif. Tapi memang ada beberapa poin yang belum terjawab secara tegas, terutama terkait pembangunan yang berjalan tanpa dihentikan, maka dengan layanan lain itu bakal berjauhan,” ujar Dadang Kadarusman (60) salah seorang tokoh warga Kecamatan Naringgul, saat ditemui usai audensi, Senin (4/6).

Menurut dia, lokasi kantor kecamatan yang baru, secara geografis tidak proporsional dan memberatkan warga di wilayah Naringgul. Terutama bagi ke-6 desa. Pasalnya dari kantor lama, pindah sejauh 17 kilometer dan tidak berada di titik tengah dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Naringgul.

Dia pun menyayangkan, perencanaan pemindahan kantor tersebut tidak melalui proses dengar pendapat warga ataupun tokoh Naringgul. Hanya sejumlah pihak, seperti kepala desa yang dilibatkan dalam persetujuan pemindahan.

” Pokoknya sangat disayangkan dan dipertanyakan terkait pemindahan ini. Lokasinya malah dekat dengan perbatasan Naringgul-CIdaun, kalau sebelumnya berada di tengah antara semua desa. Untuk yang sekarang, dari desa yang paling ujung Naringgul itu jaraknya mencapai lebih dari 48 kilometer, bisa dibayangkan susahnya warga nanti, dan berapa biaya transportasi untuk menuju ke kantor Kecamatan, sementara sarana transportasi massal yang murah belum ada,” tandasnya.

Karena itu, Dadang mendesak pemindahan kantor kecamatan tersebut dibatalkan saja, supaya warga lebih mudah. Jika masih tetap dilaksanakan, warga akan mengecam keras dan akan memboikot segala kewajiban terhadap pemerintah, mulai dari pajak bumi dan bangunan, serta banyak hal lainnya.

” Sebagai perwakilan masyarakat, saya hanya menyampaikan aspirasi dari masyarakat saja dan itu mutlak dari masyarakat bukan semata – mata saya menggerakkan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here