Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Ditemukankan beras bercampur biji plastik pada Bantuan Pagan Non Tunai (BPNT) untuk 1020 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, membuat warga Cianjur khawatir. Khususnya para KPM yang mendapat beras tersebut. Karena sebagian ada yang langsung dimasak dan dikonsum bersama keluarga.

Adanya temuan tersebut,  anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Tim Kordinasi (Tikor) Kabupaten, Tikor kecamatan dan pihak desa Sukaratu, Senin (21/09) turun ke lapangan. Namun sayamg pihak Supplier tidak ikut hadir.

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Dr. H Sapturo mengatakan, pihaknya telah ikut melaksanakan koordinasidan turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten, Camat, Kapolsek, Danramil, TKSK dan Kepala Desa Sukaratu.

Pada kesempatan itu, Sapturo meminta pada Pemkab Cianjur, agar Supplier yang melanggar aturan segera diberhemtikan dan digati dengan Supplier yang taat aturan. Bila perlu diserahkan pada supplier lokal. Karena supplier nakal itu merugikan masyarakat.

Sapturo juga mengatakan, pemerintah telah memberikan bamtuan untuk warga kurang beruntung (KPM) dan mengeluarkan dana cukup besar dan disertai aturan yang pasti dan jelas. Seperti halnya jenis beras harus premium bukannya campur plastik. Itu berarti ceroboh sudah melanggar aturan. “ Karena itu, pihak Polsek Bojongpicung harus mengusut tuntas masalah tersebut,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut Sapturo mengatakan, disengaja atau tidak disengaja, itu sudah menyalahi aturan. Maka selayaknya pihak Pemkab Cianjur,  segera mengganti Supplier yang nakal tersebut. Bila perlu serahkan pada Tikor Kecamatan. Karena Bojongpicung notabene tergolong lumbung padi.

Selain itu, pihaknya meminta pada tikor kecamatan, khusunya pada TKSK unntuk melaksanakan tugas dengan tegas, baik dan benar. Petugas harus berpihak pada KPM. Juga jangan ada kesan menjadi corong Supplier apa lagi menakut-nakuti KPM.

“ Kepada pihak Puskesmas Bojongpicung, agar melakukan pemantauan dan pengawasan pada seluruh KPM Desa Sukaratu, khususnya pada 313 KPM yang belanja di E_Warung Yayat Ruhiyat Warga Kampung Citapen, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak,” ujar Sapturo.

Sementara itu Camat Bojongpicung Ejen Jenal Mutakin, juga selaku Tikor Kecamatan mengatakan, setelah ditemukannya beras campur biji plastik yang mirip bahan pengawet. Pihaknya bersama  Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur H. Ahmad Mutawali S. Ag, Tikor lainnya, TKSK dan pihak Desa Sukaratu, melaksankan koordinasi juga langsung turun ke lapangan. Setelah berada di lapangan bertemu dengan anggota DPRD Kabupaten Cianjur Drs. H. Sapturo selaku wakil masyarakat Bojongpicung.

Namun sayang saat itu pihak Supplier tidak hadir. Padahal, telah beberapa kali dihubungi dari sejak ditemukannya kasus beras campur plastik. Namun tetap tidak hadir. Alasannya, masih banyak keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. “ Mengenai adanya temuan beras campur plastik, telah diserahkan pada Tikor Kabupaten supaya Suplayar dipanggil,” kata Ejen Jenal Mutakin.

Selain itu, Ia meneruskan barang bukti biji plastik yang telah diamankan pihak Puskesmas. Barang bukti tersebut,  nantinya akan diteliti, diobservasi di Labo Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur.

“ Bila  hasil penyeledikkan dan penyidikan  menyatakan pihak supplier bersalah dan adanya unsur  kesengajaan, maka akan diberikan sanksi dan bentuk sanksinya nanti hasil kesepakatan bersama dengan pihak Tikor Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Kemensos RI Turun Ke Lapangan

Selain tim dari Kabupaten Cianjur, petugas dari Kementerian Sosial RI di Jakarta, juga melakukan investigasi ke lapangan. Mereka  menemui para KPM dan pemilik E_Warung Yayat Ruhiat di Kampung Citapen Desa Sukaratu.

Kunjungan tersebut, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Kasi Kesra Kecamatan, TKSK Bojongpicung, Babinsa dan Kaur Kesra Desa Sukaratu.

Sementara itu, salah seorang KPM yang menerima beras campur biji plastik warga Margaluyu RT 02/07, saat berdialog dengan petugas Kementrian Sosual, Tini (52) menjelaskan, selama menerima bantuan tidak pernah menerima daging. Keculai beras satu karung 13 Kg, kacang Ijo 1/4, Telor ayam 6 butir, kentang 6 butir, Apel 1 butir dan sebelumnya telor hanya 3 butir. Sedangkan pembagian telor yang 6 butir itu baru dua kali.

” Beras yang dibagikan kemarin itu ditemukan biji plastik sebanyak 10 butir, itu pun setelah diberi tahu tetangga bahwa beras tersebut ada biji plastik,” ucap Titin.

Setelah KPM satu persatu ditanya pihak petugas Kementrian Sosial. Maka seluruh KPM  yang hadir dan pemilik E_Warung  Yayat Ruhiyat, membuat pernyataan secara tertulis diatas kertas. Yaitu menyatakan pihak KPM  benar telah menemukan biji plastik yang tercampur dengan beras di dalam karung.

Selesai membuat pernyataan. Petugas dari Kementrian Sosial, bagian tenaga ahli Dirjen penanganan fakir miskin, Jon Efri memberikan arahan pada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Tikor Kecamatan, TKSK dan pada seluruh KPM yang hadir.

Pihaknya minta dipertemukan dengan pihal Supplier beras sekarang juga. Slain itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur dalam waktu dekat harus mengumpulkan seluruh Supplier supaya melakukan audit. Cek ulang keberadaan identitasnya. Siapa tahu ada yang bukan suplayer beras atau bukan ahli dalam pengadaan beras.

Selain itu, pihak kementrian Sosial, menegaskan pada Kepala Dinas Sosial, harus memiliki keberanian. Bila ditemukan adanya Supplier  yang nakal hasus langsung dibacklist, diganti dengan supplier yang jujur dan benar. “ Srus mengganti sebanyak jumlah KPM yang belanja di E_warung Yayat Ruhyat,” ucap Jon Efri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here