Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – DPW II Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Kabupaten Cianjur turun ke jalan, Minggu (28/7). Bagi sebagian orang, memang tak terlihat seperti biasanya. Padahal kegiatan tersebut, merupakan kegiatan rutin (bulanan), dalam rangka menjalankan program Bela Negara Saraksa Satgas Relawan Kebersihan.

Kegiatan operasi sampah DPW II BPBN itu, dilakukan di jalan-jalan protokol Cianjur kota. Yaitu dengan memungut sampah-sampah bekas makan dan minuman yang ada di trotoal, badan jalan dan taman kecil sepanjang jalan raya. Kemudian sampah itu dipilah, mana yang harus dibuang ke TPA dan mana yang bisa diolah.

Adapun tujuan dari kegiatan itu, adalah untuk menciptakan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi Kabupaten Cianjur, yang tidak kondusif akan masalah sampah. Sehingga tatanan kota yang sudah mengeluarkan anggaran yang sangat fantastic ini, masih terlihat kumuh.

Hal itu jelas sangat disayangkan Ketua DPW II BPBN, Rudiawan Hartono. Kepada awak media, ia mengatakan, masyarakat Cianjur belum sepenuhnya sadar akan bahaya dari penumpukan sampah. Sehingga sampai hari ini, masih banyak sampah berserakan dimana-mana.

” Ya, siapapun pasti menginginkan lingkungannya bersih dan sehat, mungkin tidak hanya di kota Cianjur saja, tapi dimana-mana pun pasti demikian. Bersih dari sampah artinya dapat terbebas dari penyakit,” katanya.

Lanjut Rudi. dengan kegiatan seperti ini (operasi bersih/opsih), minimal sampah di Cianjur, bisa berkurang. Meskipun ini agenda bulanan, tapi sebagai Ketua DPW II BPBN Kabupaten Cianjur, ia bersama anggota lainnya selalu dan terus mengkampanyekan kepada masyarakat agar sadar akan sampah. Minimalnya untuk lingkungan sendiri dulu.

” Saya mengajak, kepada masyarakat Cianjur khususnya, untuk lebih peduli terhadap sampah yang ada diwilayahnya masing-masing,” ajaknya.

Rudi berharap, masyarakat bisa mengurai sampah. Mulai dari rumah masing masing, antara an organik dan organik. Karena sampah anorganik ini bisa dijadikan nilai ekomonis nantinya.

” Penumpukan sampah ini, jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan manakala datang musim penghujan, dapat terjadi penyumbatan saluran air (drainase), ditengah-tengah kota Cianjur, yang padat penduduk, terutama sampah plastik yang memang sulit diurai dan kerap kali menjadi biang kerok terjadinya banjir (bencana). Maka dari itu disarankan kepada masyarakat pilahlah sampah sebelum dibuang pada tempatnya,”  ujar Rudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here