Laporan: shandi/R Dani

Cianjur, metropuncaknews.com– Dinas Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, memfasilitasi dua pengembang perumahan (developer) yang menggelar aksi audensi.

Aksi tersebut membahas tentang adanya oknum-oknum yang mempersulit Pembangunan Perumahan Subsidi di Pesona Indah Cianjur (PIC), sekitar pukul 10:00 WIB, di aula LT II, Kamis (6/12).

Salah satu pengembang PT Permata Cianjur Indah, Sony Wijaya mengeluhkan, mediasi ini intinya, meminta keringanan dan kebijakan. yang artinya harus ada tolenransi dari pihak yang diduga menghambat soal pembangunan rumah bersubsidi untuk kepentingan publik ini, wabil khusus untuk masyarakat Cianjur, supaya bisa mengambil rumah murah meriah.

” Jelasnya, gak usah pakai jaminan-jaminan segala. Secara, pihaknya minta mengenai soal angka ‘duit’ konteknya. Dirinya juga siap bertanggung jawab, bila ada kerusakaan jalan masuk ke Pesona Indah Cianjur (PIC). Artinya jalan akan diperbaiki, kalau ada kerusakan jalan melalui infrastruktur jalan,” jelasnya kepada beberapa awak media cetak dan online, kemarin.

Namun, hal lain dari Bravo Komando Grup, hal itu sangat menyesalkan atas atau harus adanya jaminan sekitar Rp. 2 miliar, untuk kontrubusi kepentingan masyarakat setempat dari beberapa oknum tersebut, karena jelas itu sangat menghambat.

Khususnya warga, sebelum memenuhi kebutuhan primer lainnya, pasti sangat mendambakan rumah (memprioritaskan rumah terlebih dulu), sebelum berpaling pada kebutuhan lain. Karena disisi lain, banyak orang yang menjadikan rumah sebagai sarana investasi.

” Jadi, kami mohon harus memahami dan mengerti adanya toleransi, jangan sampai ada hambatan atau kontek niatan lain. Karena, kita murni untuk membantu masyarakat kecil yang memang belum memilki rumah singgah. Nah, untuk mendapatkannya kan bisa ngambil secara dicicil atau kredit,” kata Dewan Pembina juga Penasehat LBH Bravo Komando Grup, Bambang Adi S alias Mas Bengbeng.

Di lain kubu, salah seorang perwakilan warga PCI, Firman memaparkan, audensi ini artinya pengen mencari solusi bukan ada kontek atau niatan lain. Mungkin keluarga besar PCI akan melakukan rapat melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dan bagaimana mana hasilnya nanti.

” Yang penting bisa ada titik temu dan solusi terbaik sajalah,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Dinas Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah mengatakan, sebetulnya mengenai perijinan saat ini sudah dipermudah untuk perumahan. Apalagi perumahan subsidi. Kalaupun memang dianggap sulit atau ada hambatan, itu ada aspek-aspek non teknis sosial, ada situasi-situasi pertimbangan dari perspektif dari masing-masing.

” Kalau semuanya lengkap, soal perijinan pasti cepat, konteknya bukan salah atau benar. Konteksnya, ini masalah toleransi saja hanya, tinggal dibicarakan secara baik-baik saja, artinya mengenai soal toleransi saja. Karena pihak dinas sendiri, hanya memfasilitasi saja untuk mediasi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here