Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com –  Adanya Calon Kades Kemang Nomor Urut 5  yang memanfaatkan pembagian beras dan minyak goreng yang ditempel stiker calon Kades Kemang No Urut 5. Menyikapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (YLPKN) Jawa Barat melakukan audensi pada pihak Kecamatan Bojongpicung. Audensi tersebut dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan dan  dihadiri Sekcam, Kasi Pem, Kapolsek beserta jajarannya dan anggota Koramil Bojongpicung, Rabu (05/02) sekira Pukul 1300 WIB.

Audiensi itu dilakukan dengan beberapa pihak di wilayah Kecamatan Bojongpicung. Khususnya yang berkaitan dengan perlindungan konsumen dalam hal ini masyarakat sebagai penerima manfaat bantuan program pemerintah pusat. Baik itu PKH ataupun BPNT.

Ketua YLPKN Jawa Baru Hendra Malik menjelaskan,  dengan semakin dekatnya pemilihan kepala desa serentak, banyak pengaduan dari masyarakat. Bahkan menjelang pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Bojongpicung, ada beberapa oknum calo Kades terindikasi memanfaatkan Program Pemerintah. Seperti PKH, BPNT dan program pemerintah lainnya untuk dijadikan ajang kampanye.

Hendra berharap, jangan sampai terindikasi ada penggiringan dengan cara menakut-nakuti masyarakat dari tim sukses, calon kepala desa, e-warung, ataupun oknum pendamping PKH kepada masyarakat. Yakni dengan dalih kalau tidak memilih calon kepala desa yang sudah diarahkan mereka akan dicoret dari daftar KPM.

Hendra menegaskan, dalam Pilkades Serentak ini jangan sampai ada pihak-pihak yang mendompleng  memanfaatkan untuk kepentingan politik mereka.

“ Biarkanlah masyarakat memilih calon kepala desa dengan bebas dan merdeka tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” ucap Hendra Malik.

Ia menambahkan, audensi yang barusan dilaksanakan sedikit agak menyesal. Karena Pihak PKH dan BPNT tidak disertakan hadir. Padahal, kalau dihadirkan  maka akan lebih gamblang cara menyampaikan unek unek masyarakat yang dianggap dirugikan pihak oknum calon Kades dan oknum pengurus pendamping PKH dan E_Warung.  

Sementara itu, Kasi Pem Kecamatan Bojongpicung Adriyana menambahkan, dilaksanakannya audensi dengan pihak YLPKN Jawa Barat, itu atas dasar permintaannya. Karena mengklarifikasi tentang adanya kejadian yang kaitannya dengan Pilkades. Utamanya dengan adanya dugaan Calon Kades terindikasi dibantu pihak PKH dan pihak E_Warung, hingga menghebohkan masyarakat.

Karena itu pihak kecamatan sudah melaksanakan klarifikasi  dibarengi pihak Kepolian, Koramil dan para Koordinator terkait. Bahkan telah turun kelapangan untuk meredam situasi, kondisi masyarakat yang ada di setiap desa yang akan melaksanakan Pilkades.

“ Kami merasa bersyukur karena seluruh dugaan tersebut telah dapat diselesaikan dengan aman dan damai. Selain itu kami mengharapkan, jangan terulang lagi hal yang serupa, program pemerintah jangan dijadikan alat untuk kampanye siapapun,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here