DPC Astakira Cianjur : Marak Visa Ziarah Dipakai Buruh Migran Untuk Bekerja Di Timur Tengah

0
31
Photo hanya ilustrasi / redaksi

Laporan : Sandi/Bah Danni

Editor : Yanto Hidayat

Cianjur, metropuncaknews.com – Adanya TKI/buruh migran di Timur Tengah yang menggunakan visa ziarah, dibenarkan oleh DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur Jawa Barat, yang beralamat di Jl Raya Bandung No 3 Sabandar Karangtengah Cianjur.

“Memang sekarang lagi marak – maraknya modus operandi yang dilakukan para mafia memberangkatkan buruh migran yang menggunakan visa ziarah ke Timur Tengah,” kata Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur Ali Hildan di Cianjur, Selasa 15 Nov 2022 kemarin siang.

Ali Hildan melanjutkan, sampai saat ini yang sudah tercatat di DPC Astakira Cianjur tahun 2022 ada 180 TKI yang menggunakan visa ziarah dan 40 persennya merupakan warga Cianjur.

“Perlu diketahui bahwa visa ziarah itu hanya bisa dipakai untuk kunjungan saja bukan untuk bekerja. Karena masa berlakunya hanya untuk 90 hari, tapi itu juga memang bisa di perpanjang selama tiga kali tapi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Jadi pada intinya, sambung Ali Najib, kasihanlah para buruh migran yang bekerja dengan menggunakan visa ziarah. Karena yang menggunakan visa ziarah itu tidak bisa membuat ijin tinggal disana, kemudian apabila masa berlaku visanya habis maka akan di denda dan terakhir akan sulit untuk pulang.

“Kami berharap kepada pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum (APH) bisa menertibkan keberadaan para mafia – mafia ini agar tidak marak memberangkatkan TKI menggunakan visa ziarah karena memang sudah jelas menyalahkan kewenangan dan Undang – undang yang berlaku,” harapnya.

Terakhir Ali Hildan menyampaikan, modus – modus yang dilakukan para mafia ini dengan berbagai cara, seperti berdalih calling visa, visa VIP dan ada juga yang menggunakan jasa pembuatan passport melalui Kantor Imigrasi luar daerah Cianjur.

“Nah, menyikapi hal tersebut, kami sebagai pemerhati para buruh migran menyayangkan bahwa pemerintah tidak ada tindakan, padahal selama ini kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat yang hendak berangkat menjadi buruh migran tersebut,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here