Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Diyakini memiliki khasiat dan mampu mencegah virus Korona, kini berbagai jenis rempah tradisional, sulit ditemui di Pasar Tradisionil Cipanas. Hal itu bisa juga terjadi karena faktor cuaca yang kurang mendukung bertumbuhnya tanaman tersebut.

Salah seorang pedagang sayur dan rempah-rempahan di Pasar Cipanas Ayi Sopian mengaku, beberapa komoditas rempah kini memang sulit ditemui.  Kalaupun ada harganya melambung tinggi.

” Sudah hampir sebulan lebih, rempah-rempah seperti jahe merah yang tua, dan kencur yang bagus itu sudah sulit didapat, diduga karena faktor cuaca, dan mungkin karena permintaan konsumen yang cukup tinggi. Dan kalaupun ada saya sampai menjual hingga Rp. 60.000,-/perkilo,” akunya saat ditemui, Jum’at (06/03).

Masih dikatan Ayi, kisaran harga yang jualnya untuk kencur ketika harga normal Rp 30.000,-/perkilogram, sekarang harganya bisa mencapai Rp. 60.000,- itupun kalau ada.

” Biasanya kan saya belanja ke Pasar Induk Bandung, sekarang disana pun stok tinggal sedikit,” paparnya.

Lanjut Ayi, untuk harga jahe biasanya saya jual Rp. 20.000,-/perkilogram. Tapi sekarang saya nual Rp.40.000,-/kilogramnya. Untuk jahe yang dicari konsumen itu adalah jahe merah, mprit dan jahe kuning.

” Kalau jahe merah itu lebih mahal, karena sering digunakan untuk obat. Harganya pun terbilang tinggi, bisa mencapai Rp 80.000,-/perkilonya,” kata dia.

Berbeda dengan yang dijual Asep (25) pedagang khusus rempah-rempah di Pasar Cipanas mengaku, untuk kencur, biasa ia jual mencapai Rp 80.000/perkilogram. Untuk jahe merah itu, memang cukup langka. Karena memang selain sering diburu konsumen, juga harganya yang sedikit mahal dibandingkan dengan jahe bumbu masak.

” Kalau jahe merah itu bisa lebih mahal dibanding dengan jahe biasa atau untuk masak,” ujarnya.

Sementara seorang pembeli rempah-rempahan Masnawati (38) mengaku, sering membeli jahe, temulawak, sereh, kencur dan lainnya. Karena memang untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Apalagi menurutnya, seorang perempuan itu disarankan untuk sering menkonsumsi rempah-rempahan tersebut.

” Kalau saya sih memang sering beli rempah-rempah. Dalam seminggu itu harus ada buat stok di rumah. Apalagi katanya sekarang ada virus yang lagi viral itu, pasti saya stok untuk pencegahan,” akunya.

Tak hanya itu saja, Masnawati juga menuturkan, rempah-rempah yang dibelinya, kini harganya jadi naik. Biasanya beli kencur seperempat Rp 5000, kini seperempat menjadi Rp 10 ribu. Sama halnya dengan jahe merah yang saat ini jarang ditemui di pasar.

” Seminggu itu paling saya beli setengah kilo untuk kebutuhan di rumah. Baik buat obat, maupun untuk tambahan bumbu masak,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here