Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Parsial di Kecamatan Cidaun dan Agarabinta, dipantau langsung Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Senin (11/05).

Herman datang bersama 15 para kepala dinas. Pada kesempatan tersebut rombongan Plt Bupati Cianjur, melakukan pemantauan berlangsungnya rapid test yang dilaksanakan Puskesmas Cidaun dan Agrabinta.

” Alhamdulillah setelah dilihat dengan pak kadis kesehatan, dari jumlah 36 orang yang mengikuti pemeriksaan rapid test hasilnya mereka negatif. Selain warga, 15 kepala dinas juga ikut rapid test dan hasilnya negatif juga,” kata Herman.

Lanjutnya, ini sangat luar biasa bagi warga Cianjur. Bukan hanya lewat laporan saja tapi faktanya juga membuktikan dengan terjun langsung ke Kecamatan Agrabinta dan Cidaun.

“Saya mengajak pada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur, yang masuk Zona PSBB walau tadi kita saksikan bersama-sama bahwa hasilnya negatif, tapi kita harus tetap mengikuti protokoler kesehatan tentang Covid-19 ini. Dan saya juga berharap PSBB di Cianjur ini tidak diperpanjang, karena banyak yang akan dirugikan, terutama dibidang perekonomian,” ajak Herman.

Terkait masalah warga yang bisa menerima bantuan dari pemerintah akan, lanjut Herman, akan segera diluruskan. Nantinya pihak Dinas Sosial akan mendata dan menyisir masyarakat Cianjur yang belum mendapatkan bantuan tersebut.

Herman menegaskan, ini berlaku bagi warga yang kurang mampu. Kalau untuk warga yang masih mampu, misalnya masih punya tabungan di Bank atau masih punya harta yang masih bisa dijual itu tidak termasuk kategori penerima bantuan. Terkecuali sudah serba habis dan tidak punya apa apa lagi. Baru Pemerintah Kabupaten Cianjur akan membantunya.

” Berkordinasilah dengan pihak RT/RW setempat, karena pemerintah tidak menginginkan, ada masyarakat Cianjur yang tidak mampu, tidak mendapatkan bantuan,” pungkas H. Herman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here