Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ada yang menarik sorotan lensa kamera awak media seusai aksi unjuk rasa buruh di depan kantor Pemkab Cianjur, Rabu (25/11) kemarin.

Usai massa membubarkan diri, terlihat sekelompok anak muda yang memunguti sampah disekitaran lokasi buruh beraksi.

Karena penasaran melihat anak muda yang peduli dengan lingkungan, salah seorang wartawan mencoba mendekati dan menanyakan atas dasar apa yang dilakukannya itu.

Alhasil didapati informasi, mereka adalah mahasiswa asal Cianjur yang menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maju (STIKIM) Jakarta. Namun pada saat ini, mereka sedang libur dan berada di kota asalnya yakni Cianjur.

” Ya, sangat disayangkan sekali, ibaratnya sudah bikin rusuh tapi tidak peduli dengan lingkungan. Jadi percuma negakin itu tapi nggak ada tanggung jawabnya sama sekali terhadap lingkungan. Nah, kayak hanya setengahnya saja yang ada tanggung jawabnya,” kata salah seorang mahasiswi yang mengaku bernama Nurpuspa Patriani.

Ia melanjutkan, karena ia dari tim medis juga, jadi menyikapi hal-hal seperti itu melampiaskannya ke kebersihannya saja. “ Seperti yang dilakukan saat ini memunguti sampah sisa-sisa aksi massa,” ujarnya didampingi Veron Aldiansyah dan Marisa mahasiswa STIKIM.

Veron menambahkan, kalau menurut dia,  apa yang dilakukan tadi itu boleh-boleh saja, asalkan jangan rusuh dan cintailah lingkungan. ” Kan sayang ya, usai aksi berlangsung tapi banyak sampah yang berdampak negatif,” tambahnya.

Sementara itu Marisa mengatakan, disini pihaknya mengajak semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan. Karena semua akan kembali kepada kita.

” Kita harus lebih peduli lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, sehingga akan berdampak positif. Begitupun sebaliknya jika kita membuang sampah sembarangan maka akan berdampak negatif. Jadikan diri kita untuk lebih mencintai lingkungan, jangan merugikan orang dan diri kita sendiri,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here