Nginap di kantor Disdukcapil Cianjur untuk mendapat nomor antrian

Laporan : Cece/Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur menemukan seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal tersebut diketahui saat melakukan sidak ke sejumlah perusahaan di Cibeber dan Campaka, pekan lalu.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyuningtyas mengatakan, saat melakukan Sidak pihaknya tidak hanya menemukan kejanggalan dari surat Izin Menperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang tidak sesuai dengan perusahaan tempatnya bekerja, tetapi juga adanya TKA yang menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Menurutnya, KTP elektronik tersebut sama persis pada umumnya. Hanya terdapat pada perbedaan masa belaku serta kewarganegaraan yang tercantum didalamnya.

“ Kami menemukan hal tersebut, sama persis dengan KTP penduduk Indonesia, namun untuk kewarganegaraan dicantumkan negara asalnya,” kata dia.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terkait temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir  www.cianjurekpres.net.

Miris memang tak kala seorang TKA dan bahkan sudah bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Cibeber dan Campaka, Cianjur.

Ngantri Sejak Subuh

Berdasarkan hasil pantauan dilapangan di Disdukcapil, Jumat (22/2), sekira pukul 05.15 WIB, puluhan bahkan ratusan pemohon sudah memasuki halaman Disdukcapil Cianjur. Hal itu terjadi hanya demi mendapat nomor antrian untuk mendapatkan pelayanan pembuatan e-KTP, KK, akta kelahiran dan KAI.

Salah seorang warga asal Kecamatan Campaka, Hendra mengatakan, datang ke Disdukcapil dari pukul 02.30 WIB untuk membuat e-KTP.

” Datang ke Cianjur kemarin siang, mampir ke rumah saudara saya di Kampung Sinagar Desa Bojong, kebetulan kan ngak jauh, jadi bisa datang kesini lebih cepat karena dekat,” kata dia saat ditemui sekira pukul 05.30 WIB.

” Menjelang Pilpres dan Pileg nanti kita kan harus punya e-KTP buat mengambil hak kita sebagai warga negara, untuk itu saya memaksakan diri dan menunda pekerjaan untuk bikin e-KTP,” jawabnya.

Lanjutnya, ya, untuk perbuatan e-KTP nya memang gratis kalau mengurusi sendiri. Tapi rumah kan jauh, jadi untuk datang ke Disdukcapil, Hendra mengatakan tak cukup uang Rp. 100-200 ribu. “Apalagi kalau harus nginep karena buat mendapatkan nomor antrian, jatuhnya malah lebih mahal,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan Akbar warga asal Kecamatan Cikalongkulon, Kedatangannya ke Disdukcapil Cianjur, sama dengan orang lain yang setiap dini hari sudah antri nomor antrian.

” Kalau saya mah deket, dari Cikalongkulon, jadi gak perlu nginap segala, berangkat dari rumah pukul 3.30 Wib, pas adzan subuh juga dah sampai. Setelah shalat subuh saya ikut mengantri no antrian pembuat e-ktp, yang katanya dibuka sekitar pukul 6.30 Wib,” kata Akbar sambil menikmati sunrice di pelataran Disdukcapil Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here