Tersangka pelaku hubungan sesama jenis yang berhasil ditangkap Dirkrimsus Polda Jabar

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadirkrimusus) Polda Jabar, AKBP Hari Brata menggelar Konferensi Pers. Kegiatan itu digelar terkait pengungkapan dan penangkapan terhadap 2 Ooang pelaku melalui penelusuran Ditreskrimsus Cyber Patrol  Polda Jabar, Jumat (19/10).  .

Polisi bergerak berdasarkan laporan masyarakat yang sekaligus korban MHN dengan tempat kejadian di Bandung pada Senin 9 Oktober 2018. Olisi berhasil menangkap dua orang tersangka. Yaitu, tersangka pertama bernama, Ikhsan Samsudin (IS) Bin Kosasih (Alhm) Al Isan dan Iwan Hermawan bin Aceng Saiman (Alm CD).

Selain itu, ada 3 orang saksi serta barang bukti yang turut diamankan petugas. Yakni, Handphone berbagai merek 3 Unit. 5 buah kartu Sim Card selular, 1 akun group Medsos Facebook Gay Bandung Indonesia (GBI), 25 pcs alat kontrasepsi berikut pelumas dan  2  KTP.

Menurut Hari Brata,  kejadian tersebut terjadi pada 18 Oktober 2018 berawal dari laporan  MHN dengan persangkaan melakukan distribusi dan transmisi informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sesuai Pasal 45 Ayat (1) Jo Psl 27 ayat (1) UU ITE dgn ancaman pidana maksimal 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 Miliar Rupiah.

“Pada kesempatan itu Hari Brata mengatakan, pada 9 Oktober 2018 melalui penelusuran Cyber Patrol telah ditemukan Grup Facebook Gay Bandung Indonesia (GBI). Adapun diketahui grup tersebut dibuat sejak 26 Oktober 2015. Bertindak selaku admin grup adalah pemilik akun FB atas nama Ikhsan Syamsudin. Grup GBI ini merupakan wadah / komunitas pecinta sesama jenis

Gruo GBI ini memiliki 4093 anggota (member), dimana dalam grup tsb ditemukan banyak percakapan yg melanggar norma kesusilaan (percakapan orientasi sesama jenis), penawaran jasa pijat laki-laki dan

pembentukan grup WhatsApp

Selanjutnya, Kamis  18 Oktober 2018 sekira pkl 02.00 WIB, Unit Cyber Polda Jabar telah mengamankan seseorang bernama Ikhsan Syamsudin (admin grup Gay Bandung Indonesia) di sebuah rumah kosan di wilayah jl. Jatimulya Kel. Gumuruh Kec. Batununggal Kota Bandung. Kemudian yang bersangkutan  diamankan bersama pasangan prianya yang bernama Iwan Hermawan.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah kosan yang ditempati pelaku dan didapati alat komunikasi sebanyak 5 unit Handphone. Alat komunikasi tersebut digunakan oleh pelaku untuk mengelola group Facebook Gay Bandung Indonesia dan mengganti deskripsi nama group menjadi “Peduli Gay Bandung” sekira tanggal 15 Oktober 2018.

Selanjutnya dari hasil penggeledahan didapati pula alat kontrasepsi sebanyak kurang lebih 25 (Dua Puluh Lima) Pcs dan alat bantu sex lainnya yang biasa digunakan tersangka dalam melakukan hubungan sex antara kedua pelaku dan diduga dengan teman pria lainnya.

Ada pun modus operandinya, pelaku dengan menggunakan akun facebook dengan nama akun “Syamsudin Ikhsan” membuat group Facebook “Gay Bandung Indonesia”. Tujuannya untuk membuat wadah komunitas kaum sesuka sesama jenis (Homoseksual) dan memposting hal-hal yang berorientasi penyimpangan seksual di group Facebook.

Saat ini tersangka di jerat Pasal  Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU RI no. 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here