Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Warga Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Jum’at (23/10), gruduk kantor Desa Benjot. Hal itu dilakukan warga, lantaran pemerintah Desa Benjot dinilai tidak transfaran terkait adanya Bantuan Presiden Usaha Mikro ( BPUM).

Pada dasarnya warga hanya menginginkan pemerintah Desa Benjot melakukan keterbukaan soal program bantuan pemerintah untuk masyarakat ditengah pandemi covid-19 ini.

Namun sangatlah disayangkan, tanggapan dari pemerintah desa malah memberikan jawaban yang dinilai arogan. Sehingga membuat warga merasa kesal. Bahkan, saat berdialog pun sempat bersitegang selama beberapa menit dengan berbagai pertanyaan keras terkait program bantuan tersebut.

Salah seorang tokoh pemuda, Asep Yusup (47) mengatakan, pada dasarnya warga hanya menginginkan pemerintah desa transparan mengenai program bantuan dari pemerintah. Baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.

“ Kami hanya ingin pihak pemerintah desa lebih transparan soal bantuan kepada warga dan siapa saja penerima bantuan tersebut. Kedatangan kesini pun kami secara baik-baik tidak ada yang lain-lain, apalagi memprovokasi terkait bantuan,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Benjot, Sopyan Sori mengatakan, terkait bantuan itu pihaknya sudah mengintruksikan kepada para ketua Rt, untuk mendata bagi para pelaku usaha.

” Setelah data terkumpul, langsung kami serahkan ke pusat, terkait jumlah penerima bantuan itu bukan kewenangan kami,” ujar Kades.

Sementara itu, warga setempat, Dadan (35), menyayangkan sikap kepala desa yang terkesan arogan, disaat warga mempertanyakan haknya.

” Harusnya kedatangan warga itu diterima dengan baik, bukan dengan bahasa dan sikap yang tidak pantas, yang jelas-jelas melukai hati warga. Pada intinya kami sebagai warga hanya mengingikan pemerintah Desa Benjot ini terbuka/transparan terkait program bantuan yang datang dari pemerintah, selain itu juga harus bersikap adil,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here