Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Salah seorang warga Kampung Leuweung Ceri RT 01/03 Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang, Cianjur, melaporkan oknum aparat Pemerintahan Desa Sindangjaya pada pihak Polsek Ciranjang. Rabu (07/08), pekan lalu. Pasalnya, uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2018 dan beberapa tahun kebelakang yang dikutip dari dirinya oleh petugas desa diduga diselewengkan. Karena tidak disetorkan pada pihak Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Cianjur. Dilaporkannya oknum aparat desa tersebut, tentu saja membuat heboh warga setempat.

Yosep (50) kuasa dari H. Shihabudin menjelaskan, pihaknya bersama H Shihabudin Z telah mengirimkan surat pengaduan tentang pembayaran Pajak 2018 pada pihak Polsek Ciranjang. 

Kejadian tersebut diketahui H. Shihabudin dari print out pembayaran  pajak yang dikeluarkan pihak Dispenda Kabupaten Cianjur. Saat akan membuat surat akta kepemilikan tanah.

Dari hasil prin out itu diketahui pembayaran pajak  tanah miliknya pada tahun 2018 dan beberapa tahun kebelakang, ternyata kosong (0) alias belum dibayar. Padahal, H. Shihabudin tiap tahunnya belum pernah menunggak pembayaran PBB.  

Shihabudin menegaskan, dirinya tiap tahun selalu membayar pajak tepat waktu. Diduga kuat, uang pajak tidak disetorkannya pada Dispenda, itu disalahgunakan oknum aparat Desa Sindangjaya.

Maka dengan adanya kejadian ini, diharapkan pihak Polsek Ciranjang dapat segera menanganinya dengan serius. Karena jika dibiarkan, bukan saja merugikan masyarakat, tapi juga merugikan negara.

“ Kejadian tersebut baru terungkap dari salah seorang warga, mungkin saja iuran pajak warga Desa Sindangjaya lainnya ada yang tidak disetorkan pada pihak Dispenda Cianjur,” ucap Yosep, Selasa (20/08).

Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya Juandi saat ditemui di Kantor Desa, sedang tidak ada di tempat, ” Maaf Pak Kades sedang tidak ada di kantor, sedang tugas di luar,” kata Adi, salah seorang aparatur Desa Sindangjaya. 

Dilain pihak, salah seorang anggota BPD Sindangjaya Heri Susanto menambahkan, memang benar H. Shihabudin yang didampingi Yosep, telah melakukan laporan kejadian tersebut pada pihak Polsek Ciranjang.

Laporan itu dilakukan, karena pihaknya merasa dirugikan oleh oknum aparat Pemerintah Desa Sindangjaya. Yaitu uang pembayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dibayarkan lewat oknum Kadus tidak disetorkan pada pihak Dispenda.

“ Mengenai hal ini sudah jelas pihak Kepala Desa dan Bendahara Desa Sindangjaya, harus bertanggung jawab. Karena yang mengutip uang pajak tersebut adalah Kepala Dususn (Kadus)1 dan Kadus 2, itu sudah ada tanda bukti penyetoranya yang diterima pihak bendahara desa,” kata Heri. 

Selan itu, masih ada uang pajak yang disetor dari mantan Kadus 1, senilai Rp. 7 juta.  Itu pun belum juga disetorkan pada Dispenda Kabupaten Cianjur, Tapi bendahara desa belaga tidak tahu harus disetorkan kemana dan pada siapa uang setoran pajak dari Kadus 1 itu.

” Setelah terkuak kasus Pajak H Shihabudin tidak disetorkan maka uang setoran pajak dari matan Kadus 1 senilai Rp 7 juta, terbongkar pula yang hingga kini belum disetorkan pada Dispenda,” tambah Heri kemarin.

Masyarakar berharap, pihak yang berwenang dalam hal ini pihak kepolisian dan Inspektorat dapat segera turun tangan membenahi masalah ini, Sebab kalau dibiarkan, bukan saja akan merugikan masyarakat, tapi juga merugikan negara. Tentunya hal ini tak dapat dibiarkan, tindak tegas oknum yang melakukan penyelewengan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here