Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – U (50) warga Kampung Cibodas RT 05/01 Desa Sukasari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, ditemukan tewas gantung diri di pohon Sawo. Korban ditemukan gantung diri di kebun milik warga Kampung Pasir Kentang, Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu, Kamis (5/8/2021) sekira pukul 14.31 WIB.

Korban gantung diri dengan menggunakan beberapa lembar tali rapia warna bitu yang digulungkan. Kemudian diikatkan ke leher dan pada batang pohon Sawo. Diduga kuat, korban nekad mengakhiri hidupnya akibat depresi.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, sebelum terjadinya gantung diri, korban pada pagi harinya sempat ikut menggali lubang kubur di kampungnya. Karena ada tetangganya yang meninggal dunia akibat sakit.

Selain itu korban torgolong orang yang humoris. Sering banyolan pada rekannya hingga membuat orang lain tertawa. Namun pada hari itu, korban dihebohkan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon Sawo yang berada di kebun. Tepatnya di Kampung Pasir Kentang perbatasan Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu dengan Desa Sukasari Kecamatan Karangtengah.

Tentu saja adanya kejadian tersebut, membuat kaget warga Kampung Cibodas dan sekitarnya, heboh. “ Karena tak disangka, U yang humoris nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” kata  Ujang Najmudin (43) warga Kampung Cibodas Desa Sukasari.

Sementara itu, Babinsa Desa Sukasari Peltu Tjetjep As mengatakan, pihaknya mengetahui U gantung diri atas informasi dari warga setempat. Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung ke lokasi  kejadian bersama rekannya Iptu Darsono, Aiptu Jajang dan Kades Sukasari Dadan Haris, Babinsa,  Babinkamtibmas Sukasari Aiptu Unung, Ketua RW 01 Riki dan Ketua RW 04 Rahmat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ahli medis Puskesmas setempat, U dinyatakan murni gantung diri. Karena dibagian luar jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan. Dari anus korban keluar kotoran dan dibagian penis keluar sperma serta lidahnya menjulur.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban minta agar korban tidak diautopsi. Pihak keluarga korban menyadari. meninggalnya korban merupakan takdir Illahi. “ Setelah pihak keluarga membuat pernyataan keberatan untuk diautopsi maka jasad korban langsung diurus untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum milik warga setempat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here