Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Diduga hendak tawuran, belasan pelajar SD dan SMP digiring ke kantor Polsek Cianjur Kota. Dalam pengakuannya pelajar tersebut mengatakan mau bermain futsal, Sabtu (29/02) kemarin.

Siang itu sekira pukul 11:30 WIB, dalam satu hari ada dua kejadian. Sekitar 17 pelajar menumpangi angkutan kota (angkot), dan satunya lagi di BLK Kelurahan Sawahgede Cianjur Jawa Barat. Terjadi bentrokan antara pelajar SMPN 2 Karangtengah dan Mts Sawahgede.

Kepada awak media Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Iskandar mengatakan, awal kepergoknya saat mau menuju arah Kecamatan Karangtengah Jalan Raya Bandung, di Toserba Yogya. Tepatnya di Kampung Lemburtengah Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur Kota. Ada yang menenteng senjata tajam (Sajam) di dalam angkot oleh dua siswa SD dan SMP.

” Hal itu diketahui oleh anggota kita, yang sedang bertugas patroli, kemudian angkot tersebut dihentikan, dan diamankan saat sedang naik angkot lintas 01 jurusan Pasir Hayam-Barisanbanteng (Barba)-Sayang,” jelasnya, Minggu (01/03/2020).

Sementara, ke 17 pelajar tersebut, terdiri dari sembilan siswa SDN Bukit Mulya dan tiga siswa SMP PGRI 1 Cianjur. Mereka berencana hendak bermain bola dengan siswa lain asal Kecamatan Karangtengah. Mereka pergi dengan menggunakan Angkot. Namun ditengah diperjalan, tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim mereka malah mengacungkan senjata tajam ke siswa lain.

Pada saat itu, Polisi juga mengamankan beberapa pelajar yang membawa barang bukti berupa sajam. Seperti sebilah golok, satu arit kecil dan sebilah samurai standar yang kini sudah diamakan.

” Saat ini, sebanyak 17 pelajar SD dan SMP tersebut sudah dipulangkan pada orangtuanya masing-masing. Setelah dilakukan pembinaan. Hal itu dilakukan petugas sebagai upaya meminimalisir jangan sampai terjadi tawuran antar pelajar. Bahkan, pihak sekolah, para guru dan dinas pun hadir, untuk bertanggung jawab mendampingi kepulangan siswa tersebut,” pungkasnya.

Sementara Kelapa SMP PGRI 1 Cianjur, Rika Mustikawati mengatakan, pihaknya mendengar ada dua kejadian. Kejadian pertama pihak kepolisian mengamankan 17 siswa berada di mobil angkot membawa senjata tajam (sajam). Kejadian kedua terjadi bentrokan antara pelajar SMP/sederajat di BLK.

” Saya masih bisa bersyukur, karena beruntung kejadian itu dengan cepat diketahui anggota Kepolisian Sektor Cianjur Kota. Dan tidak ada korban jiwa, masih bisa dilerai pihak kepolisian, respon jemput bola,” katanya didampingi, salah seorang guru IPA SMP PGRI 1 Cianjur, Iwan MA kepada awak media, Minggu (01/03).

Menurut keterangan pihak Kepolisian Sektor Cianjur Kota, data yang tercatat antara lain sembilan siswa SDN Bukit Mulya, dua siswa MTs Al-Farisi, satu siswa SMPN 5 Cianjur, satu siswa SMPN 2 Cianjur, tiga siswa SMP PGRI 1 Cianjur, satu tidak sekolah, satu siswa SMPN 2 Karangtengah, dan satu siswa MTs Sawahgede.

” Kalau siswa dari kami itu ada tiga, bukan delapan ya. Dan, sebetulnya pada hari Sabtu itu, tidak ada kegiatan pembelajaran melainkan diliburkan dan belajar di rumah. Kegiatan di sekolah hanya dari Senin sampai Jum’at saja,” jelasnya.

Sementara Kepala SD Bukit Mulya, Gunawan mengatakan, sebelumnya ada kabar, siswanya terlibat membawa senjata tajam (sajam), setelah diberitahu petugas Polsek Cianjur Kota. Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun langsung kaget dan respon jemput bola untuk pendamping. Memang mereka tidak akan diberi sanksi apa-apa, apalagi dikeluarkan, karena masih kecil. Mungkin hanya akan diberikan pembinaan saja.

” Mereka akan kembali dibina, dan pengawasan, serta akan terus dipantau, juga memanggil orang tuanya. Artinya, untuk bersama-sama saling mewangasi secara kontinyu. Terus, untuk sajam berupa golok dan arit kecil itu milik anak SD, sedangkan pedang kecil milik, UI (13) siswa dari MTs Al-Farisi,” ujar Gunawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here