Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemuda paruh baya WN (25) Warga Kampung Tangkolo RT 01 /03, Desa Cihea Kecamatan Haurwangi Kab. Cianjur, ditemukan sudah tak bernyawa gantung diri di saung sawah milik warga setempat, Jumat (13/13) sekira pukul 06. 00 WIB. Tentu saja kejadian tersebut membuat geger warga setempat. Selanjutnya, warga pun melaporkan kejadian tersebut ke petugas di Polsek Bojongpicung.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, korban sudah berkeluarga menikah dengan salah seorang gadis warga Saguling Kabupaten Bandung Barat. Kesehariannya korban bekerja sebagai buruh di Jakarta.

Tiga hari kebelakang, korban pulang dari Jakarta bukan ke rumah istrinya di Saguling, melainkan pulang ke rumah Nenek Icah (65) dan pada Uwanya Amir  bin Uko, warga Kampung Pasangrahan RT 03/03 Desa Cihea Kec Haurwangi. Selama berada di Cihea , korban sempat ngobrol pada Nenek dan pada Uwa Amir. Korban pada uwanya dan neneknya mengatakan, dirinya terpaksa  telah menceraikan istrinya. Karena kerap kali minta dijatuhi talak, alias minta cerai. Namun nampaknya, korban masih cinta dan berat untuk menceraikan.

Entah setan gumdul apa yang merasuk dirinya, hingga korban nekat menghabisi nyawanya dengan gantung diri dengan tali kawat bekas tentengan ember yang melilit dilehernya. “ Korban nekad menggantung diri di tiang  saung sawah milik warga setempat,” ucap Uko.

Sementara itu, salah seorang warga setempat Jajang menerangkan, berangkat hendak melihat ternak domba miliknya yang berada dibelakang rumah, dari situ terlihat ada seseorang yg meninggal dunia disaung sawah miliknya. Posisinya gantung diri dengan menggunakan tali kawat.

Sontak saat itu pula Jajang memberi tahu pada warga lainnya, Ketua RT/RW dan pihak desa. Disebutkannya di saung ada orang gantung diri. “ Selang 30 menit datang Polisi Desa Cihea, pihak Kecamatan Haurwangi dan pihak Trantib Kecamatan Haurwangi langsung melaporkannya pada pihak Kepolisian Bojongpicung,” Ucap Jajang.

Jasad korban diturunkan dari tiang saung sawah oleh pihak Kepolisian dibantu anggota Trantib Kecamatan, Poldes Cihea,  warga setempat dan disaksikan keluarga korban. Setelah itu dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim Medis dari Puskesmas Cipeuyeum dan Haurwangi. Dari hasil pemeriksaan tersebut korban dinyatakan murni bunuh diri. Karena tidak ditemukan luka bekas penganiayaan.

“ Korban mengigit lidah, tangan mengenal, tidak keluar sperma, keluar kotoran dari anus dan hanya ditemukan goresan luka dipergelangan tangan kiri korban,”  ucap Paur Subbag Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayuda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here