Warga Kp. Pasir Leutik yang diduga mengalami keracunan segera mendapat pertolongan dari Puskesmas Cilaku

Laporan : H. Rudi Salam

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan warga Kp Pasir Leutik RT 04/02 Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur mengalami kecarunan. Hal itu dirasakan warga setelah menyantap hidangan dari tetangganya Mar (38), saat menyelenggarakan syukuran ulang tahun anaknya, Minggu (23/9).

Warga yang menikmati hidangan dari Mar langsung mual-mual dan muntah. Melihat kejadian tersebut, warga lain berinisatif membawa korban ke bidan yang berada di Klinik Desa Munjul.

Selanjut bidan dengan cepat melaporkan ke Puskesmas Sukasari mengingat jumlah pasien yang datang sudah mencapai 11 orang.

Mendapat laporan tersebut, Kepala Puskesmas Cilaku segera memerintahkan jajarannya terutama petugas medis terdekat untuk segera melakukan tindakan sambil menunggu obat-obatan serta kendaraan ambulance.

Kepala Puskesmas Cilaku, Yudiansyah, SKM saat ditemui di klinik Bidan Desa Munjul mengatakan, Inssya Allah semua sudah ditangani dengan baik. Dari 32 orang yang diduga keracunan, hanya satu yang dirujuk ke RSUD Cianjur. “ Yaitu pasien yang bernama Fasya laki laki umur 1.5 tahun,” kata Yudiansyah.

Selanjutnya Yudiansyah mengatakan, alhamdulillah bidan terdekat semua kompak dan hadir menangani kasus keracunan massal ini. Ditambah bantuan tim kesehatan dari Puskemas Sukasari dan 1 Dokter Umum yaitu Dr. Susilawati.

“ Jadi masalah yang diduga keracunan dapat ditangani dan sampai detik sebagian sudah pulih kembali dan sudah ada yang pulang,” jelasnya.

Sementara itu, Mar saat ditemui mengatakan, ia memang mengundang warga dengan maksud syukuran ulang tahun anaknya. “Bukan berniat untu mencelakai warga,” tutur Mar.

Mar menerangkan, pada Sabtu (22/9), ia membeli ayam dan langsung diberi cuka dan garam. Malamnya sekira pukul 24.00 WIB, ayam tersebut digoreng dan diberi bumbu seperti biasanya termasuk memasak nasi kuningnya.

Selesai masak sekira pukul 05.00 WIB. Kemudian pada Minggu pagi (23/09),  sekira pukul 08.00  WIB, Mar memasi kembali masakannya. Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB, Mar masukkan hasil pasakannya ke cup nasi. Sekitar pukul  14.00 WIB selesai acara semua. Mar membagikan cup tersebut pada warga.

Menurut Mar, keluarganya ikut makan tapi ngak ada yang keracunan. “Karena itu saya merasa heran keluarga saya pun semua makan nasi kuning dan ayam goreng, tapi ngak ada yang keracunan,” aku Mar.

Sementara, warga setempat Entik yang juga korban keracunan mengatakan, dirinya selesai acara tersebut langsung pulang sesampainya di rumah baru menyantap makanan yang terdiri dari nasi kuning dan roti bolu.

Selesai makan, baru saja beberapa menit,  dirinya merasa pusing-pusing dan mual. Merasakan gejala demikian, Entik segera pergi ke Bidan Desa Munjul. Ternyata semua tetangga Entik yang ikut syukuran itu sudah dirawat di Bidan Desa. “ Untung saja pihak Puskesmas Sukasari segera datang dan cepat menangani masalah tersebut, hingga tetangga saya bisa tertangani semua,” tutur Entik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here