Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemerintah Kelurahan Pamoyanan dan Puskesmas Cianjur Kota, dinilai lamban tangani warga terpapar covid-19. Dampaknya, warga yang terpapar Corona bertambah. Seperti warga di Kampung Babakan Malanding RT 03/08, Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur.

Menurut informasi, hingga Rabu (25/11), jumlah pasien terpapar covid-19 berjumlah 21 orang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar lima Kepala Keluarga yang berdekatan (tetanggaan).

Ketua RT 04 Kampung Babakan Malanding Ajan Saputra mengatakan, 10 hari yang lalu mendapat info ada warganya yang terpapar covid-19. Ia pun kemudian berkoordinasi dengan gugus tugas covid-19 di Kelurahan Pamoyanan dan Puskesmas Cianjur kota.

” Mengetahui adanya warga terpapar covid-19, saya langsung berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan Puskesmas,” kata Ajan.

Ia melanjutkan, namun pada saat koordinasi dengan pihak terkait, dirinya merasa kecewa. Lantaran tidak ada respon ataupun tanggapan yang diinginkan. Seperti pada saat meminta obat untuk menjaga imun tubuh.

” Pada saat mengajukan obat-obatan untuk meningkatkan imun tubuh ke Puskesmas Cianjur Kota, pihaknya malah mengatakan obat-obatan nya lagi kosong. Lo kenapa  tidak berupaya untuk menyediakan obat-obatan itu,” tanya Ajan.

Masih dikatakan Ajan, pihak kelurahan dan puskesmas baru bertindak seperti penyemprotan disinfektan dan pemberian obat-obatan serta beras, setelah pasien terpapar covid-19 bertambah. Sebelumnya yang terkomfirmasi Covid 19 hanya dua orang. Kemudian bertambah menjadi 11 pasien dalam waktu 10 hari.

” Saya pikir kalau peran pemerintah seperti itu, menurut saya sangatlah lamban sekali dalam penanganan covid-19,” ujarnya.

Ajan mengaku, dari hari pertama sampai hari ke lima, setelah mengetahui ada warga terpapar Covid-19, dirinya berinisiatif membeli obat-obatan ke Apotik.

“Kesehatan warga juga tanggung jawab saya sebagai ketua RT, untuk meningkatkan imum tubuhnya saya belikan obat-obatan dan buaha-buahan yang mengandung vitamin C,” ucapnya.

Selanjutnya ia mengatakan, warga yang kini terpapar dan dinyatakan positif, semuanya sudah di karantina di pusat isolasi Villa Bumi Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

” Semua pasien sudah di jemput pihak Puskesmas untuk di karantina di Ciherang tadi pagi sekitar jam 09.00 WIB, ” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here