Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Karang taruna Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, mengadakan turnamen sepak bola. Turnamen tersebut diselenggarakan di Kampung Kopeng Pesona Cianjur.

Namun, karena diduga kurangnya persiapan dari panitia pelaksana turnamen tersebut, akhirnya membuahan kerusuhan antara peserta (tim) dengan panitia.

Ketua Karang Taruna dan panitia pelaksana kegiatan, Gagan mengatakan, insiden kemarin terjadi karena adanya kesalah pahaman.

” Kemarin pas kejadian juga sudah kami selesaikan, dari kedua belah pihak sudah kami pertemukan untuk memverifikasi kejadian tersebut,”  kata dia saat ditemui di ruang Sekretariat Karang Taruna Desa Nagrak, Senin (6/8).

Kedepannya, lanjut Gagan, pihaknya selaku panitia telah melakukan koordinasi dengan Kapolres, Kapolsek kota Cianjur dan Koramil. Khususbya dalam hal untuk membantu pengamanan. “ Sedikitnya empat orang perhari ada yang mengawasi selama pertandingan berjalan,” tandasnya.

Adanya laporan dari warga setempat pada awak media yang mengaku kesal dengan keributan kemarin. Hal itu setidaknya menyiratkan kurangnya koordinasi antara panitia, desa dan pihak keamanan.

Menurut keterangan, insiden kemarin berlangsung persis  didepan Kepala Desa Nagrak Dadan Buldan. Saat itu pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak ada dilokasi. Alasannya karena sedang piket.

Ide awal mengadakan turnamen sepak bola tersebut bertujuan ingin menyatukan anak muda se Desa Nagrak. Sekaligus mencari bibit-bibit pesepak bola. “ Karena setelah turnamen sepak bola tersebut, akan mengadakan turnamen tenis meja sama badminton, aku Dadan Buldan pada awak media.

Disinggung mengenai terjadinya kericuhan tersebut, Dadan Buldan menjawab itu hal biasa. “ Namanya juga sepak bola kan adu fisik, sehingga terjadilah kericuhan tersebut,” kata Dadan.

Secara tidak langsung dengan terjadinya kericuhan tersebut, menandakan kesiapan panitia penyelenggara memang belum matang. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya koordinasi dengan pihak keamanan. Adapun koordinasi yang dilakukan panitia pasca terjadinya kericuhan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here