Laporan :Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – – Pekerja Migran Indonesia (PMI) Novita Sari (28), warga Kampung Pasir Waru RT 02 /07 Desa Mekarwamgi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, dikabarkan meninggal dunia di Riyad Saudi Arabia, Kamis (6/5/2021) sekira pukul 12. 00 WIB.

Suami korban, Rian  Mulyana mengatakan, istrinya Novita Sari bekerja di Saudi Arabia sejak Agustus 2019. Nivita Sari  diberangkatkan melalui sponsor Erna dan Asep Bagus Cahyadi warga Kabupaten Bandung  yang bekerja sama dengan salah satu PT milik   Hj. Ainun warga Jakarta Timur.

Novita Sari, saat berangkat dari Kampung Halaman, tidak sendirian. Melainkan dengan 4 orang teman sekampungnya. Yaitu Siti Maryam, Tulintati,  Ati Suryati dan Ente. Menurut informasi, ke 5 orang PMI tersebut, seluruhnya mengalami permasalahan. Mulai sejak berangkat dari Jakarta, hingga sampai ditempat bekerja  di Timur Tengah.

Karena berangkat bekerja di luar Negeri tidak melalui prosedur yang jelas, melainkan Ilegal, tidak cukup sampai disitu saja masalahnya. Bahkan seluruh PMI tersebut kabur dari majikan yang pertamanya dengan alasan tidak diberi gaji.

Seperti halnya Novita Sari, 7 bulan yang lalu kabur ke tempat kosan temannya di Kota Riyad  Saudi Arabia dan kamis (6/5/2021) dikabarkan meninggal dunia akibat sakit darah tinggi dan jantung. Sekarang jasad almarhum Novita Sari masih di simpan disalah satu rumah sakit di Kota Riyad 

Sementara itu, Ketua RT 02 /07 Kampung Pasir Waru, Ade Somantri (41) mengatakan, memang benar Novita Sari warga Kampung Pasir Waru yang kemarin Kamis dikabarkan pihak keluarga meninggal dunia di Riyad dengan alasan sakit darah tinggi.

Dengan adanya itu, pihak keluarganya merasa kaget juga bingung. Karena baru juga menerima kabar duka, pihak keluarga dimintai copy surat surat penting milik almarhumah Novita. Seperti KTP, KK, paspor dan visa. Sedangkan dokumen tersebut ada di Hj. Aiunun Jakarta.

Selain itu, keluarga juga kedatangan berbagai lembaga yang akan ikut andil mengurus kepulangan jenazah almarhumah Novita. “ Sekarang pihak keluarga dan pengurus RT /RW merasa bingung harus mana dulu yang harus dilaksanakan” kata Ade Somantri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here