Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Usin (53) warga Kampung Pasir Nangka RT 02 /02 Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya. Selasa (20/7/2021) sekira pukul 08.30 WIB.  Usin nekad mengakhiri hidupnyadengan cara gantung diri. Diduga kuat, hal itu dilakukan korban karena depresi.

Korban mengakhiri hidupnya , di pojok kanan tengah rumah miliknya dengan tambang plastik putih. Tambang diikatkan pada kayu balok yang ada  di atas plapon rumahnya.

Informasi yang dapat dihimpun, korban kurang lebih dari tiga bulan yang lalu hingga sekarang, sering ngurung diri. Korban jarang keluar rumah dan jarang ngobrol dengan tetangganya. Mungkin hal itu karena depresi ditinggal meninggal dunia oleh Istrinya beberapa tahun yang lalu.

Korban sebelum ditemukan meninggal dunia gantung diri, sempat bareng  pulang shalat Idul adha. Bahkan korban sempat diajak ikut mengurus daging hewan qurban yang dipotong ustadz setempat.

Atas ajakan tersebut, korban menyatakan siap. Kemudian korban menyuruh pada yang mengajak untuk duluan datang ke tempat pemotongan hewan Qurban.

” Ya siap, tapi silahkan kamu duluan,” kata tetangga korban menirukan ucapan korban. Namun ditunggu rekannya, tak kunjung datang ketempat motong hewan Qurban. Dikira, korban ketiduran di rumahnya. Namun setelah anak bungsunya Erni (14) masuk ke rumahnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa gantung diri.

Erni sontak menjerit, nangis histeris sambil minta tolong pada tetangganya. Karena ayah kandungnya  meninggal dunia gantung diri di pojok kanan tengah tumah miliknya. Selang 30 menit kemudian, jajaran petugas Polsek Bojongpicung dibarengi ahli medis dari Puskesmas Bojongpicung datang ketempat kejadian.

“ Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan dilakukan pemeriksaan bagian luar jasad korban oleh tiga orang ahli medis,” kata Yanto anggota Linmas Desa Hegarmanah.

Kapolsek Bojongpicung,  Iptu Eriyanto SH mengatakan, korban meninggal dunia akibat gantung diri. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan ahli medis dari Puskesmas Bojongpicung. Selain itu, pada jasad korban tidak ditemukan bekas penganiyayaan. Hingga dapat dipastikan, korban meninggal dunia, murni gantung diri.

“ Karena lidah menjulur, keluar sperma dan dibagian dubur, anusnya keluar. Karena pihak keluarga menolak untuk diautopsi, maka jasad korban akan langsung dikebumikan di tempat pemakaman milik umum yang tak jauh dari rumah korban,” jelas Kapolsek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here