Petuags Sektor 10 Rajamandala, terus melakukan kegiatan revitalisasi Sungai Citarum

Liputan Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Dansektor 10 Kol. Inf. Sulistiono mengatakan , yang terjadi selama kegiatan yaitu pada pagi di Sungai Citarum masih tercium bau limbah yang sangat menyengat.  Seperti bau antara lumpur dan limbah kimia yang jika tercium oleh orang yang tidak terbiasa mencium bau tersebut akan menimbulkan mual-mual dan muntah-muntah.

Kadang bau berubah menjadi bau yang sangat amis. Hal ini sangat mengganggu kehidupan lingkungan masyarakat sekitarnya. Tanah yang digali untuk penanaman pohon flamboyan dan bambu hitam rata-rata tanah berkapur dan terdapat batu-batuan besar. Demikian dikatakan Sulistiono saat ditemui wartawan di Posko Sektor 10 Rajamandala Kulon, Kamis (02/08).

Ucapan Dansektor tersebut, membuktikan  bahwa program revitalisasi Sungai Citarum masih membutuhkan waktu yang lama. Sehingga hal ini harus diperhatikan oleh unsur terkait yang bertugas menegakkan Peraturan Presiden No 15 Tahun 2018. Karena selama ini terkesan masih kurang agresif dalam menegakkan kewenangannya.

Apalagi saat ini ada oknum yang memoroti uang pada pabrik yang mengatas namakan Kasdam. Karena itu, para petugas yang berwenang jangan sampai lalai bahkan harus bertindak tegas dalam bersikap. Supaya program revitalisasi tercapai sesuai dengan harapan semua pihak yang peduli Citarum Harum.

Selanjutnya Dan Sektor 10 mengatakan, sektor 10 dibagi 2. Masing masing bertugas di tempat yang berbeda.  1 bertugas di Desa. Rajamandaia Kulon (Cisameng) dan 2 di Desa Cihea (Bantar Caringin).

Sat ini, Subsektor 1 masih melakukan penggalian lubang bersama mahasiswa KKN UPI untuk tanaman flamboyan dan bambu hitam. Perawatan lubang galian tanaman flamboyan dengan penyiraman dan memasukan tanah gembur yang telah dicampur pupuk dan selang air. Maksudnya agar lubang yang akan ditanami flamboyan ataupun bambu hitam dapat subur. Selain itu juga dilakukan pembersihan semak belukar di sepanjang bantaran Sungai Citarum bersama mahasiswa KKN UPI.

Sebagian lagi di Subsektor 1 melaksanakan kegiatan pembersihan parit, rumput, serta alang-alang di sekitar anakan Sungai Citarum RT 01 RW 25 Kp Cisameung Ds Rajamandala Kulon. Pengukuran dan penggalian lubang dilakukan bersama mahasiswa KKN UPI untuk tanaman bambu hitam di bantaran S. Citarum Kp Cisameung Ds Rajamandala Kulon.

Perawatan lubang galian tanaman flamboyan dengan penyiraman dan memasukan tanah gembur yang telah dicampur pupuk agar lubang yang akan ditanami flamboyan ataupun bambu hitam dapat subur saat ditanami bibit dan menunjang keberhasilan program Citarum Harum.

Setelah melaksanakan apel pagi Subsektor 2 langsung melanjutkan melakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar Sungai Citarum dan Kp Bantar Caringin.

Selanjutnya melakukan sosialisasi pada siswa siswi SMK Al-Bantari Bantar Caringin Ds Cihea tentang pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah ditempat yang telah ditentukan. Pasukan yang lainnya memberikan pupuk pada lobang tanam lalu pengukuran dan membuka jalan ke lapangan.

Sementara, Dansubsektor 1 Sertu Ferry W  pada metropuncaknews.com mengatakan, kegiatan  yang sama dari hari ke hari yang dilakukan oleh sektor 10. Soalnya peningkatan agregat tanah yang memiliki PH Tanah saat ini terlalu tinggi. “ Juga lahannya luas sedangkan pengerjaannya menggunakan peralatan yang seadanya hingga memakan waktu yang lama,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here