Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dari hasil Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial dan dilihat dari grafik penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Cianjur, sampai saat ini terus mengalami penurunan.

Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan, saat ini kasus positif covid-19 di wilayah Cianjur sudah hampir tidak ada. Meski diakuinya, kasus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal masih terjadi.

” Seminggu terakhir tidak ada kasus yang positif, tapi untuk PDP meninggal dunia itu memang masih ada,” kata Dandim 0608/Cianjur, Senin (01/06) kemarin.

Lanjut Dandim 0608/Cianjur, berdasarkan analisa dari beberapa pihak, mau tidak mau Cianjur harus mengikuti fase new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

” Jelang new normal ini memang ada beberapa hal yang harus di antisipasi, salah satunya memperhatikan arus perjalanan orang yang masuk ke Cianjur. Nah, maka dari itu pengawasan di perbatasan disetiap wilayah harus terus diperketat,” ujarnya.

Untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur dan Gugus Tugas Penanganan Covid -19, harus segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang baru untuk dijadikan panduan protokol kesehatan di fase new normal.

” Ya, nantinya perbub tersebut akan mengatur protokol kesehatan di semua bidang, termasuk salah satunya penempatan jumlah personel dan tempat-tempat keramaian, baik pasar modern, maupun pasar tradisional dan tempat wisata,” terangnya.

Sementara, dalam new normal nantinya sejumlah pasar dan toko non pangan serta rumah makan diijinkan buka. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan.

” Social distancing dan pembatasan kapasitas pengunjung diperlukan pengawasan yang melekat oleh aparat gabungan dan imbauan melalui semua media yang ada,” paparnya.

Dalam penanganan corona jangka panjang saat ini, pihaknya berharap masjid dan tempat ibadah bisa berperan aktif dalam memberikan edukasi dan bantuan bagi warga. Tokoh agama, bisa menjadi garda terdepan untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan aparatur wilayah setempat.

” Nanti sosialisasi bisa dilakukan di lingkungan masjid, baik secara tatap muka terbatas dengan tetap menjaga jarak atau dengan menggunakan pengeras suara,” jelasnya.

Apabila grafik covid-19 nantinya terus menurun, maka masjid dan tempat ibadah lainnya bisa mulai aktivitas ibadah dengan berjamaah dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang akan diatur secara detail sesuai kondisi masing-masing. Namun dalam beberapa terakhir ini harus diantisipasi juga arus mudik dan baliknya. Masuk dan melewati Cianjur, sehingga dihimbau agar masjid yang lokasinya berada di perlintasan dan mudah diakses publik agar tidak melaksanakan aktivitas ibadah secara berjamaah dulu.

” Kami harapkan agar masyarakat tetap disiplin sesuai protokoler kesehatan. Menggunakan masker bila bepergian dan biasakan mencuci tangan serta menjaga jarak,” pungkasnya. (Sumber : Pendim 0608/Cianjur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here