Laporan : Dwi

Kab. Agam, metropuncaknews.com – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa  Melati (bukan nama sebenarnya) (14). Kejadian nahas itu terjadi di Bawan Tuo Jorong Pasar Bawan Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari Kab. Agam, Sumbar. Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan ke pihak kepolisian.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya laporan kepolisian orang tua korban dengan nomor LP/41/ XI/2018/Sumbar/Tes Agam/Sektor Ampek Nagari tanggal 09 November 2018, dengan dugaan tindak pidana perbuatan pencabulan atau menyetubuhi anak.

Menurut pengakuan korban, saat itu sekitar pukul 04.45 Wib, Jumat (9/11), korban terbangun dari tidur untuk membangunkan adiknya guna mencari korek api untuk penerangan. Karena pada saat itu lampu mati.

” Tapi tiba tiba saya merasakan ada tangan seseorang yg tidak saya ketahui menutup mulut saya dan memegang tangan saya, kemudian orang tersebut melepaskan pakaian saya dan menyetubuhi saya, lalu saya mendengar ancaman, kalau berteriak akan saya bunuh kamu, termasuk seluruh keluargamu kalau kamu beritahukan kepada orang lain. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, orang tersebut pergi meninggalkan saya, baru saya berani menyalakan lampu, kemudian baru saya kasih tau ibu saya, pak,”  ujar korban kepada metropuncaknews.com, Jumat (29/11) di rumah orang tuanya.

Tapi sekilas saya sempat lihat wajahnya karena ada lampu mobil yang melintas saat itu, lanjut Melati, yang juga salah satu murid Sekolah Menengah Pertama di Kab. Agam.

” Saya enggak terima anak saya di lakukan seperti ini pak. Kami udah melaporkan kejadian ini sebulan yang lewat kepada pihak kepolisian, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Mohon kami bantuan dari media untuk membantu kami menyelesaikan kasus ini,” kata ibu korban.

Kapolsek Ampek Nagari, Iptu Elvis Susilo, SH, saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan, kalau kasus ini masih dalam proses lidik dan melengkapi saksi-saksi yang mengarah kepada tersangka.

Mengenai kejadian tersebut, Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait  menyarankan, agar kejadian in dilaporkan ke KPAI dan Ombudsman Sumbar.

” Dan kalau memang nantinya ada kesulitan, mohon kirimkan laporan kepolisian dan surat hasil pengembangan penyelidikan. Nanti kita bantu,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here