Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Dijaman globalisasi seperti sekarang, seni budaya Sunda, khususnya kesenian degung hampir dilupakan pengembarnya. Hal itu diduga terjadi karena tergeser dengan kesenian modern. Seperti halnya organ tunggal dan kesenian moderen lainnya. Buktinya lihat saja disetiap hajatan, warga banyak yang menampilkan organ tunggal, dangdutan. 

Menyadari akan hal tersebut, Kepala Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekarang ini tengah serius melaksanakan latihan seni degung. Kesenian tradisionil ini dimainkan ibu-ibu PKK desa  yang dilaksanakan di aula desa setempat. 

Latihan seni degung tersebut, dilaksanakan tiap Rabu dan Kamis. Karena sebentar lagi akan tampil pada pelaksanaan CNL bulan depan dan ditampilkan pada malam peringatan  HUT RI mendatang. 

Kepala Desa Karangwangi, Nana S Suryadana menjelaskan, dibentuknya group seni degung, itu berdasarkan keinginan masyarakat desa setempat. Karena seni budaya sunda seperti degung, calung, gondang, ketuk tilu, kendang pencak dan kesenian tradisional lainnya, sekarang sudah mulai dirindukan masyarakat. 

Seperti halnya sekarang, saat latihan degung banyak ditonton masyarakat. Apalagi nanti saat tampil di atas panggung saat CNL dan malam resepsi peringatan HUT RI akan lebih banyak ditonton orang. 

Kedepannya selain ibu – ibu PKK, desa juga akan merekrut pemain degung dari masyarakat yang ada disetiap ke RW an. “ Maksudnya supaya seni buaya degung benar-benar lestari dan dinikmati banyak orang,” ucap nya

Selain itu, Nana menambahkan, di Desa Karangwangi ada sebuah padepokan pencak silat yang cukup terkenal yang dipimpin Bah Olib yang notabene tokoh pesilat ulung pada jamannya di tatar Cianjur. 

Namun sayang padepokan pencak silat itu, sekarang sudah punah, tidak ada generasi penerusnya. Tapi sekarang ini banyak warga setempat banyak yang meminta bahwa padepokan pencak sikat dilestarikan lagi. “ Permintaan warga akan direalisasikan pada bulan mendatang,” tambah Nana. 

Salah seorang anggota BPD Karangwangi, Drajat (57) menambahkan, memang benar adanya bahwa kesenian degung sekarang ini mulai dirindukan pengembarnya. Mugkin warga sudah jenuh dengan menonton, hiburan kesenian moderen, organ tunggal.

Dengan kepiawaian Kepala Desa Karangwangi yang mampu memilih kesenian tradisional degung, itu benar tepat sasaran. “ Hingga aktivitas ibu – ibu PKK bertambah dan tidak membosankan ada seni kehidupannya,” ucap Drajat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here