Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di setiap sekolah untuk sementara belum bisa dilaksanakan. Karena itu, pengurus dan anggota Gerakan Mengajar Desa (GMD) Kabupaten Cianjur, kerja bareng dengan para mahasiswa/i IKIP Siliwangi Bandung yang sedang melaksanakan KKN, mengelar GMD di Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Ketua Kelompok GMD Desa Haurwangi Muhammad Rafli Yanuar Revikasyah (22) menjelaskan, Gerakan Mengajar Desa merupakan suatu kegiatan yang dilaksankan para cutor  yang sudah terlatih. Termasuk para perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada di desa setempat.

Karena, materi yang disajikan pihak  GMD tidak jauh yang disajikan di sekolah SD, SMP dan SMA. Ditambah kegiatan konseling mengenai minat baca, bakat peserta didik, Kesadaran Hukum & HAM, Pendidikan Pancasila, Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS). Adapun peserta didiknya berusia 7 sampai dengan 15 tahun.

Sedangkan para cutornya dua dari komunitas GMD itu sendiri. Ditambah dari pihak aparatur desa, Binmas dan Binsa desa setempat. Namun secara kebetulan kegiatan GMD di Desa Haurwangi berbarengan dengan para mahasiswa IKIP Siliwangi Bandung yang sedang KKN.

Maka seluruhnya dilibatkan menjadi cutor dengan menyajikan berbagai materi yang disesuaikan dengan materi GMD itu sendiri. “Diharapkan GMD di Desa Haurwangi dapat terlaksana dengan mulus dan membuahkan hasil yang maksimal,” kata Rafli.  

Sementara itu, Ketua KKN IKIP Siliwangi Bandung  Lisna Salisatul Janah menambahkan, GMD di Desa Haurwangi, dilaksankan di setiap ke RW-an dengan jumlah peserta sangat vareatif.

Setiap KBM yang dilaksankan di dalam ruangan madrasayah, majlis talim, dan ruangan gedung lainnya, seluruh peserta didik diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu, mengunakan masker dan jaga jarak.

Sedangkan KBM yang dilaksankan diluar, itu seluruhnya melaksanakan materi praktek. Baik permainan maupun praktek edukasi lainnya. Maka dengan adanya itu semoga GMD tersebut bermanfaat untuk seluruh siswa dan masyarakat sekitar.

“ Karena materi yang disajikan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari di jaman melenial seperti sekarang,” tuturnya pada awak media, Kamis ( 24/12 -2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here