Proyek pengaspalan di Jalan Tangkolo - Sukatengah, Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi yang diduga dikerjakan secara asal-asalan

Laporan: Dadan/Shandi

Sukabumi, metropuncaknews.com – Membangun wilayah pedesaan merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Dalam hal itu, Negara sudah menjaminnya dengan mengucurkan dana anggaran dengan nilai yang cukup fantastis.

Karena itu, dalam pelaksanaannya pemerintah desa harus benar-benar matang dalam proses pembangunan wilayahnya.

Beberapa tahapan yang harus diperhatikan adalah mulai dari pemantauan wilayah, pengajuan, musyawarah dan pembangunan yng akan dikerjakan (saat anggaran turun).

Berdasarkan hasil pantauan awak media dilapangan, Senin (19/11),  ditemukan adanya bangunan fisik yang tidak sesuai antara besarnya anggaran dan spesifikasi pembangunan.

Seperti pada proyek pengaspalan di Jalan Tangkolo – Sukatengah, Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Volume pengaspalan jalan tersebut 4.626 meter persegi, dengan total biaya Rp. 3.48.758.450,- (tiga ratus empat puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah). Dananya bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III tahun anggaran 2018. Proyek pengasapalan jalan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) Purwasedar.

Namun sangat disayangkan, Kepala Desa Purwasedar, S Sopyan saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, nampak kesal dengan kedatangan dan pertanyaan-pertanyaan diajukan kepadanya. Sehingga tidak ada kejelasan perihal kejanggalan pada proyek pengaspalan Jalan Tangkolo – Sukatengah itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here