Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Adanya rest area yang dikelola Desa Balegede ini, diyakini sudah menambah  destinasi wisata di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Maka dari dari itu jalur lintas selatan Cianjur kiranya sudah layak diperhitungkan

Area wisata yang satu ini, berada diatas tanah Perum Perhutani BKPH Cibarengkok 2 KPH Cianjur. Tanah seluas 1 Ha ini dikelola BUMDES Balegede bersama Karang Taruna desa tersebut.

Di rest area tersebut, pihak pengelola menyedikan jajanan dan kuliner (makanan). Selain itu ada juga sarana permainan anak-anak dan area outbound untuk dewasa. Seperti Flying Fox, Jembatan Elvis, Haigru, Hammock (Ayunan), Ketepel, Panahan dan masih banyak yang lainnya.

Jika sudah berkunjung ke tempat wisata ini, pengunjung akan merasa nyaman dan betah (kerasan). Karena di rest area Balegede ini memiliki tempat parkir yang luas serta lengkap dengan fasilitas Mushola, Kantin dan WC Umum.

Kepada awak media, Direktur BUMDES Balegede Wahyuddin (46) menjelaskan, dibukanya lokasi wisata rest area Balegede bertujuan untuk mengembangkan lokasi wisata yang ada di desa tersebut. Sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah untuk menunjang perkembangan wisata yang ada di Kecamatan Naringgul.

” Ya, tujuan utamanya ingin mensejahterakan masyarakat. Nah, dengan adanya BUMDES ini, terutama bagi petani gula aren hasil produksinya nanti bisa ditampung disini. Untuk kedepannya kami akan menambah lagi lokasi wisatanya seperti arung jeram di kali Cipandak, Patung Arca serta Situ Kubang Cukang,” jelas Wahyudin, Selasa (11/6).

Lanjutnya, walau baru seadanya permainan dan outbound di rest area ini, alhamdulillah wisatawan baik lokal maupun luar setiap harinya ramai berdatangan.

” Dalam sehari pengunjung diperkirakan mencapai 100 orang. Untuk pengunjung yang ingin mencoba permainan kami juga sudah menyiapkan pemandu dan fasilitas keamanannya,” tambahnya.

Salah seorang pemandu permainan Bentar Andika (29) menambahkan, mengenai keamanan pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah setempat.

” Untuk segi kemanan, tentu kami melibatkan semua elemen mulai dari TNI-POLRI, pihak Kecamatan, Desa dan Karang Taruna desa. Dan untuk kemanan permainan seperti flaying fox pemasangannya sudah diuji bersama ahlinya. Jadi pengunjung gak perlu khawatir.

Diharapkan, dengan adanya wadah seperti ini, para petani gula aren bisa dengan mudah memasarkan hasil produksinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here