Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Pelaksanaan Pilkades Neglasari Kecamatan Bojongpicung Cianjur, telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal. Panitia pun telah menentukan pemenangnya. Yaitu Calon Kades yang mendapatkan suaranya paling banyak. Yakni Calon Kades No 3.

Namun sesuai pelaksanaan Pilkades, Calon Kades No. 1 dan Calon No 2, melakukan gugatan terhadap Panitia Pilkades Neglasari. Pasalnya, Calon Kades No 1 dan No 2 menilai pihak Panitia Pilkades banyak melakukan kesalahan alias curang. Bahkan oknum anggota BPD Neglasari juga ikut bermain, mendukung Calon Kades tertentu.

Karena itulah, Calon Kades No 1 dan No 2 menggugat BPD dan Panitia Pilkades Neglasari. Gugatan para Calon Kades tersebut  diterima pihak BPD dan panitia. Setelah gugatan dikaji maka diserahkan pada pihak Kecamatan Bojongpicung.

Untuk menyikapi gugatan tersebut, maka pihak Kecamatan Bojongpicung, Jumat (28/02) sekira pukul 15.00 WIB, melaksanakan sidang gugatan tersebut. Sidang dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Bojongpicung. Hadir pada kegiatan tersebut, pejabat Muspika Bojongpicung, Ketua anggota Panitia Pilkades, BPD, Calon Kades No. 1 dan Calon Kades No. 2 sebagai penggugat dan Calon Kades No 3.

Kesimpulan dari sidang tersebut, para penggugat harus mau menerima kekalahan dan harus legowo. Harus menerima hasil putusan pemilihan yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu.

Camat Bojongpicung Ejen Jenal Mutakin menjelaskan, sidang gugatan calon No. 1 dan Calon No 2, terhadap panitia, diselesai sesuai aturan yang berlaku. Keputusannya, para penggugat dinyatakan harus menerima hasil pelaksanaan Pilkades. “ Keputusannya akan dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama dan permasalahan pelaksanaan Pilkades tersebut selesai sampai disini,” jelas Ejen Jenal.

Sementara itu, Calon Kades No 1 Dadang Supendi menambahkan, puas tidak puas permasalahan gugatan tersebut harus diakhiri sampai disini. Karena semua permasalahan sudah diketahui banyak pihak. Masyarakat pun tahu, mana yang salah dan mana yang benar.

Dadang juga mengatakan, sejak dulupun pihaknya merasa ada kejanggalan. Bukan artian tidak menerima atau tidak legowo. Pihaknya merasa banyak kecurangan dari pihak panitia dan kurang etis. Namun pihaknya tidak melakukan gugatan. ” Kalau untuk maju terus  ke PTUN rasanya kurang etis, karena permasalahan Pilkades hanya cukup sampai disini,” ucap Dadang.

Hal senada diungkapkan Calon Kades No 2 Deni Suarna. Munurut Deni, bukan puas tidak puas mengenai sidang yang baru digelar. Karena saat gugat dipertanyakan pada pihak BPD dan panitia, jawabannya kurang begitu memuaskan. Malahan jawabannya seakan mengakui kesalahan.

“ Karena itu, kami mau tak mau harus menerima hasil pelaksanaan Pilkades beberapa hari lalu,” ucap Deni Suarna pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here