Renungan suci dan api unggun menutup acara Bulan Militer di Lanud Abd Saleh

Laporan : Djaka Kumara

Malang, metropuncaknews.com – Renungan suci di malam hari, mentup kegiatan Bulan Militer. Penutupan kegiatan tersebut dilakukan  Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Andi Wijaya, S.Sos., di Titik Muat Lanud Abd Saleh, Selasa malam  (25/9).  Puncak kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu diikuti seluruh personel Lanud Abd Saleh. Baik militer maupun PNS dalam rangka menjelang peringatan HUT TNI ke-73

Lanud Abdulrachman Saleh menggelar bulan militer ini untuk menyambut HUT TNI ke 73  Kegiatan ini dilaksanakan selama sebulan penuh mulai dari kegiatan satuan sampai dengan gabungaùn antar satuan dan PNS Lanud Abd Saleh. Kegiatan ditutup dengan malam renungan suci dan menggelar api unggun. Demikian diungkapkan Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Andi Wijaya, S.Sos.pada awak media.

Lebih lanjut Danlanud mengatakan, personil Lanud Abd Saleh perlu diingatkan kembali komitmennya ketika dulu bersumpah untuk menjadi prajurit TNI. Menata kembali jiwa keprajuritan  supaya menjadi prajurit yang profesional, ksatria, loyal dan disiplin.  Kegiatan ini dilakukan untuk memelihara dan menjaga kemampuan Prajurit Lanud Abd Saleh agar mampu melaksanakan tugas tugas TNI AU dengan baik dan berhasil.

” Kegiatan bulan militer ini selain membina mental prajurit Lanud Abd Saleh juga bertujuan untuk merefresh kembali komitmen serta dasar-dasar kemiliteran yang harus dimiliki seorang prajurit,” ujar Dan Lanud Abd Saleh.

Dan Lanud menegaskan, bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.  Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno). Kutipan inilah yang dibacakan Dan Lanud Abd Saleh ditengah renungan suci saat api unggun berlangsung, dan dalam suasana yang sakral.

” Kegiatan renungan suci ini, saya mengajak untuk berintrospeksi dan merenungkan kembali apa yg telah kita semua lakukan selama kedinasan ini sudah sesuai dengan komitmen dan tujuan menjadi prajurit TNI AU, “pungkas Danlanud.

Kegiatan puncak selama dua hari tersebut selain diisi lintas medan sepanjang 5 km, baris berbaris, potong kompas dan patroli pangkalan dengan jarak 8 Km, juga diisi dengan kegiatan renungan suci. Acara ini disi dengan pembacaan puisi perjuangan,  tradisi membuang dan membakar 10 sifat keburukan ke dalam api unggun, sebagai simbol membuang sifat keburukan yang ada pada diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here