Jagung berlimpah, membuat petani jagung merugi

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebagai dampak panen jagung secara bersamaan di Desa Salajambe Kecamatan Sukaluyu, petani jagung menyatakan, merugi.

Pasalnya, stok jagung jagung melimpah karena panen bersamaan. Hingga membuat harga jagung turun drastis. Harga jagung saat ini hanya Rp. 2500,-/Kg. Berbeda jauh dengan sebelumnya, yang mencapai harga Rp. 4500,-/Kgnya.

 

Hal tersebut, jelas membuat para pengepul rugi besar. Seperti yang dirasakan Haris (45). Menurut Haris,  panen jagung secara bersamaan, seperti Lampung dan Boyolali, harga  dari petaninya saja sudah Rp. 2000,-/Kg.

“Keadaan tersebut, tentunya sangat mempengaruhi, makanya saat ini kami merugi. Ya, mudah-mudahan tahun depan tidak lagi merugi seperti tahun ini,” kata dia.

Tak jauh beda dengan Aceng (33) salah seorang petani jagung, dirinya menjual jagung di beberapa pasar.

Aceng menyebutkan, jagung yang dijajakan tidak terjual banyak. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Padahal harganya sudah relatif murah. “ Untuk saat ini paling yang membeli dua kali tarikan pulang pergi, itu pun cuma satu pick up saja perharinya,” aku dia. .

Ia berharap, harga bisa stabil tidak anjlok turun, minimalnya kisaran angka  Rp.3000/Kg,” harapnya.

Para petani mengeluhkan penghasilannya, meskipun jualannya langsung masuk pasar. Penjualan jagung tetap sepi tidak ada pembeli. Selain harganya murah peminatnya tidak ada. Padahal para petani harus bisa menutupi pengeluarannya (modal) selama berkebun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here