Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya, 350 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Cihea Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, berpenghasilan dari daun pisang atau menjadi petani daun pisang. Sebelum dunia diserang Covid 19,  tiap KK rata-rata mampu memanen daun pisang sebanyak 2 sampai dengan 4 Koli/hari. Kalau diuangkan sekitar Rp 200 ribuan.

Namun sejak adanya wabah Covid-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pendapatan petani daun pisang, menurun drastis. Karena itu, para petani daun pisang, mengeluh karena penghasilan merosot hingga 90 persen.

Salah seorang warga Kampung Kp Ciangsana RT 03/01 Desa Cihea,  Judin (60) mengtakan, biasanya tiap hari panen daun pisang bisa  mendapatkan sebanyak 2 sampai 3 Koli. Tiap kolinya sebanyak 300 pelapah daun pisang. Kalu dijual  pada tengkulak perkolinya diterima  seharga Rp. 60 ribu.

Namun sekarang setelah pasar-pasar di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung dan pasar kota lainnya sepi, ditinggalkan para pembeli karena tak mau ke luar rumah. Otomatis hal tersebut berdampak pula pada petani daun pisang. Hingga daun pisang nyaris tak laku. Kalau pun ada tengkulak yang mau beli, harganya sangat-sangat murah sekali.

“ Karena itu, seluruh petani daun pisang warga Desa Cihea sekarang ini kehilangan penghasilan yang cukup drastis,” ucap Judin.

Sementara itu, Kepala Desa Cihea Supriatna mengatakan, memang  akibat dampak Covid-19, petani daun pisang warga Desa Cihea kurang lebih 300 KK merugi. Mereka kini seolah kehilangan pekerjaan dan penghasilan sehari – hari.

Penduduk Desa Cihea kurang lebih sebanyak 3500 KK, 90% bermata pencaharian bercocok tanam daun pisang yang dipanennya tiap hari. Hingga para tengkulak daun pisang tiap harinya bisa membawa daun pisang sebanyak 30 sampai 50 mobil bak terbuka.

“ Namun sekarang setelah adanya Covid-19 paling mampu sehari 2 sampai 4 mobil tiap harinya. Kami berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, supaya perekonomian di Cihea pulih kembali,” ucap Supriatna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here