Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com- Adanya pandemi Covid-19, berdampak besar pada peminat hewan qurban. Seperti yang dialami Dedi (50) penjual hewan qurban, warga Kp Cibogo Desa Mekargalih Ciranjang Cianjur. Dedi tiap tahunnya mangkal menjual hewan qurban di pinggir jalan Ciranjang-Bojongpicung. Tepatnya di Kp Cibogo Desa Mekargalih Cianjur  Cianjur.

Menurut Dedi, biasanya H-1 Idul Adha sudah mampu menjual 120 ekor domba dan 15 ekor sapi. Tapi sekarang pada H-1 Idul adha baru mampu mejual 30 ekor domba dan 5 ekor sapi.

Dedi juga mengatakan, penjual hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H ini, bisa dikatan sepi pembeli. Jauh berbeda dibanding Hari Raya Idul Adha sebelumnya. Terbukti, pada H-1 Idul Adha 1441 H ini, baru mampu menjual domba sebanyak 30 ekor dan 5 ekor sapi. Biasanya mampu menjual ratusan ekor hewan qurban.

Kurang lakunya hewan qurban tahun sekarang itu, bukan hanya di Ciranjang saja. Tapi hampir terjadi di seluruh peloksok daerah yang ada di Kabupaten Cianjur. Itu pakta yang pernah dialami seluruh penjual hewan qurban.

” Saya tiap hari komunikasi dengan bandar hewan qurban lainnya,  pada dasarnya sama mengeluh karena sepinya pembeli hewan qurban,” aku Dedi.

Sementara itu, Kepala Desa Mekargalih Taryat Bibrata saat ditemui di Kantor Desa Mekargalih, Kamis, 30/07, mengatakan, memang benar adanya pada musim qurban tahun 2020, pembeli hewan qurban menurun drastis. Biasanya, H – 1 warga Desa Mekargalih  yang mau motong hewan qurban tidak kurang dari 100 ekor  domba dan 20 ekor sapi.

Menurut Taryat, hal itu terjadi, diduga kuat adanya pandemi Covid-19. Karena banyak warga yang biasanya kerja di kota sekarang berada di kampung halaman dengan bekerja seadanya. Selain itu, banyak  kerja di pabrik, kena PHK.  

Hingga untuk sementara banyak warga yang memilih beli sembako, ketimbang beli hewan qurban. Karena pandemi Covid-19 takutnya berkepanjangan. Mungkin itu yang menjadi alasan warga tidak memotong hewan qurban.

“ Semoga saja tahun mendatang minat untung motong hewan qurban meningkat lagi, minimal banyaknya sama dengan tahun sebelumnya,”  harap Taryat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here