Ketua DPC KAI Oden Muharram Junaedi, SH

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Selaku kuasa hukum Cianjur Lawyer Club (CLC) menjelaskan sekaligus mengklarifikasi mengenai permasalahan polemik kasus yang menimpa M Enda Suryadi (7).  Bocah pelajar SD warga Kampung Kedung Hilir RT. 01/03, Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang ini. tersengat listrik tegangan tinggi, hingga tangannya harus diamputasi.

CLC menyebutkan, kasus ini masih belum selesai dan belum ada kesepakatan antara pihak PT. PLN Persero dengan keluarga korban yang mempercayakan kepada CLC, Kamis (19/7).

Salah seorang kuasa hukum korban, juga Ketua DPC KAI Oden Muharram Junaedi, SH mengatakan, mengenai permasalahan ini masih belum selesai atau ada kesepakatan yang jelas. Artinya masih menunggu jawaban atau kesepakatan antara kedua belah pihak.

” Isu atau informasi sudah tersebar luas di media itu bohong dan belum selesai alias tidak benar. Jelasnya justru masih menunggu hasil atau jawaban jelas dari pihak PLN,” kata Oden pada awak media yang diamini, Deni Sunarya alias Mang Gawel selaku putra daerah Cianjur  yang peduli terhadap rasa sosial kemanusiaan.

Pihaknya menyebutkan, mengenai berita bahwa telah selesai atau ada kesepakatan dengan pihak PLN itu berita hoax dan belum jelas.

Secara garis besarnya mohon dan tolong pada publik juga kawan media, harusnya ada konfirmasi dulu atau ada penjelasan langsung mempertanyakan pada beberapa kuasa hukumnya.

” Nah, jadi artinya berita atau isu tidak simpang siur. Saat ini justru masih menunggu jawaban dari pihak PLN,” timpal, salah satu advokat ternama di Kabupaten Cianjur ini kepada awak media didampingi asistennya, Adi Supriadi alias Adi Otong.

Sementara, salah satu kuasa hukum lainnya, Nurdin mengatakan, perlu diketahui justru besok terakhir jawaban dari pihak PLN. Bila memang permasalahan ini atau aspirasi disampaikan tidak diindahkan atau ditolak akan mengupayakan ke jalur hukum lainnya.

” Masa tidak kasihan dan merasa prihatin, ini warga kecil atau keluarga tidak mampu yang perlu dibantu dan ditolong. Masa tidak ada rasa sosial kemanusiaan. Minta dan berharap disembuhkan secara total, karena melihat psikologisnya terganggu, minder dan hal lainnya,” pungkasnya.

Mengenai polemik permasalahan tersebut, pihak keluarga tidak meminta uang atau kontek lainnya. Hanya saja minta dan memohon dibiayai sekolah secara gratis dan pengobatan juga sampai sembuh. Apalagi melihat korban yang baru berusia tujuh tahun, yang masa depannya masih panjang.

Sebelumnya Manager PLN Area Cianjur yang membawahi pelayanan dan administrsi, Rahmi Handayanai memaparkan, pihaknya berdasakan hasil audesni memberikan peluang baik dan jawaban. Akan membantu secara tunai uang sekitar Rp 25 juta. Lalu sekitar Rp 1 juta perbulan untuk pihak keluarga korban dan ayah korban sekaligus akan dipekerjakan di PLN sesuai kemampuannya.

” Namun, hasil audensi tidak diterima. Karena yang diinginkan sepenuhnya pengobatan secara gratis dan sampai sembuh juga uang bulanan sekitar Rp 1 juta untuk biaya hidupnya, sekolah atau untuk ekonomi keluarga,” jelas, Asisten Manager Pelayanan dan Administrasi, Agung Wicaksono serta Manager PLN Rayon Cianjur Kecamatan Cianjur, Wawan Ruswandi.

Masih menurut Rahmi, jadi masih rembukan dulu diberikan kesempatan sekitar tiga hari. Nanti akan ada pertemuan kembali. Pihak PLN menyebautkan, jadi hasil audensi masih menunggu tiga hari lagi. Pasalnya, hasil audensi damai pihak Enda Suryadi menolak, yang artinya harus dirembukan kembali dengan pimpinan melalui musyawarah bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here