Laporan : Sam As

Cianjur, metropuncaknews.com – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Ciranjang Cianjur Jawa Barat, pada Sabtu (7/4) sekira pukul 18.00 WIB, mengakibatkan meluapnya saluran irigasi. Hingga ratusan rumah milik warga Pasir Kawung, Pasir Asem dan beberapa kampung lainnya terendam banjir.

Terjadinya banjir tersebut, diduga kuat sebagai dampak dari adanya aliran irigasi sekunder dan tercier yang berada di Ciranjang, tertutup bangunan sub terminal, pasar Inpres dan pembangunan pertokoan gelanggang Ciranjang.

Air banjir yang masuk dalam rumah warga diperkirakan hingga setinggi betis orang dewasa. Tentu saja hal itu membuat kerepotan pemilik rumah. Hingga disibukan dengan mengevakuasi seluruh perabotan rumah tangga dan membersihkan lumpur yang masuk dalam rumah.

Tokoh masyarakat Kampung Pasir Asem Desa Ciranjang, Jujun (52) mengatakan, terjadinya banjir yang merendam ratusan rumah di Kampung Pasir Kawung, Sukasari, Pasir Asem dan kampung lainnya, itu akibat adanya hujan deras yang cukup lama. Ditambah adanya saluran irigasi tercier yang tertup bangunan Sub terminal dan Pasar Inpres Ciranjang. Hingga aliran air dari hulu tidak lancar. Hingga mengakibatkan  terjadi banjir yang merendam ratusan rumah.

Sebenarnya, lanjut Jujun, jauh sebelum pasar Inpres dan sub terminal dibangun, pihaknya bersama warga pernah melakukan protes pada Pemkab Cianjur, melalui dinas instansi terkait. Maksudnya agar saluran irigasi terciernya jangan ditutup atau dipindahkan supaya airnya mengalir dan kalau ditutup takut terjadi banjir.

Nyatanya protes tersebut, tak pernah diperhatikan. Hingga akhirnya tiap musim hujan datang, seluruh warga Kampung Pasir Asem, Sukasari, Pasir Kawung dan kampung lainnya di Desa Ciranjang, harus kerja ekta keras menahan luapan air banjir yang bau kovo dan hitam pekat masuk dalam rumah.

” Pak Bupati beserta dinas instasnsi terkait, saluran irigasi tercier yang tertutup pembangunan Sub terminal dan pembangunan Pasar Inpres Ciranjang yang baru selesai mohon dibuka lagi atau segera dibangunkan penggantinya,” ucap Jujun pada wartawan.

Sementata itu, salah seorang pengamat pembangunan Kecamatan Ciranjang,  Erwin (50) menambahkan, memang benar, terjadinya banjir yang masuk pada raturan rumah milik warga Desa Ciranjang  itu akibat adanya berbagi macam  pembangunan infrastruktur yang diduga asal berdiri. Tanpa memperhatikan dampak lingkungannya.

Seperti pembangunan Sub Terminal Ciranjang. Pasar Inpres,  pembangunan Pertokoan Gelanggang Ciranjang dan pembangunan pertokoan lainnya yang berjejer di pinggir saluran irigasi sekunder maupun irigasi tercier.

Pembangunan sub terminal dan pembangunan pasar Inpres Ciranjang yang baru selesai dibangun, itu menutup saluran irigasi tercier. Karena itu, bila hujan besar akan terjadi banjir. Airnya meluber ke setiap lahan yang lebih rendah.

Begitu pula pembangunan Pertokoan Gelanggang. Menutup saluran irigasi sekunder yang mengalir pada puluhan hektar sawah yang berlokasi di lingkungan Almaarif. Bila turun hujan besar maka Kampung Sukasari yang akan terkena berdampaknya.

Selain itu, saluran irigasi sekunder yang berada di pinggit toko Haji Unu yang mengalir ke kampung Asrama Polisi, itu ditutup pula dengan berbagai bangunan. Termasuk bangunan WC Umum, itu akan mengakibatkan dampak banjir di Kampung Sukasari, Pasir Asem dan Kampung Kapling Pasir Kawung.

Karena itu diharapkan Pemkab Cianjur, khususnya dinas instansi terkait, membuka lagi saluran irigasi sekunder yang tertutup banguan pertokoan gelanggang, Sub terminal, Pasr Inpres Ciranjang. Selain itu juga membongkar WC Umum dan membongkar tembok yang ada di atas beton  di sepanjang saluran irigasi skunder Kampung Sukasari.

Karena semua itu, merupakan biangnya terjadi banjir yang mengakibatkan menderitanya ratusan warga Desa Ciranjang,

” Diharapkan pada Pemkab Cianjur,  bila akan melaksanakan pembangunan infrastruktur pertokoan, pasar, mini market dan pembangunan pabrik, di Kecamatan Ciranjang, terlebih dahulu melihat akan terjadinya dampak lingkungan jangan seperti yang sekarang terjadi,” tegas Erwin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here