Laporan: Septa/Dhani

Cianjur, metropuncak.com – Puluhanmassa yang tergabung dalam Cianjur People Movement (Cepot), menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur , Senin (3/2/2020).

Dalam aksinya mereka menuntut dan mempertanyakan, terkait anggaran dana pencetakan perluasan sawah baru. Pasalnya Cepot menduga, ada mark-up dan sejumlah kejanggalan dalam kegiatan tersebut.

” Kami menduga ada mark-up dalam pencetakan perluasan sawah baru. Karena kita melihat dari pedoman teknis atau juknis yang dikeluar Kementerian Pertanian,” ujarnya dalam orasinya.

Lebih lanjut para pendemo mengatakan, sudah dijelaskan pada pedoman tersebut, pencetakan perluasan sawah baru itu anggaran standarnya Rp16 Juta perhektar untuk di Pulau Jawa.

” Namun faktanya Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur malah menggunakan standar biaya cetak sawah baru sebesar Rp 23 Juta perhektar, bahkan kami menduga ada yang menggunakan biaya sebesar Rp 27 juta perhektar,” ungkap Koordinator Aksi Ahmad Anwar pada awak media.

Selain dugaan ‘mark-up cetak sawah baru, lanjut Anwar, pihaknya juga mempertanyakan pekerjaan pembangunan lahan parkir Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangtengah. Dananya bersumber dari dana Koperasi Persaudaraan yang diduga ada banyak kejanggalan.

” Ada banyak kejanggalan dalam pekerjaan pembangunan lahan parkir Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangtengah yang dananya bersumber dari dana koperasi persaudaraan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, saat hendak dikonfirmasi tidak ada ditempat.

Menurut salah seorang staf yang tidak mau menyebutkan namanya, kepala dinas sedang ada kegiatan diluar. 

” Kami tidak mau memberikan stitment takut salah nanti aja ke Kepala Dinas,” kilahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here