Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk menekan angka perceraian, Kantor Urusan Agama (KUA), Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, mengadakan bimbingan perkawinan. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Cianjur tersebut, wajib diikuti oleh para calon pengantin yang akan melangsung pernikahan.

Sebanyak delapan pasangan calon pengantin mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan bimbingan perkawinan bagi para calon pengantin itu, disambut antusias oleh para pesertanya.

Satu diantara pasangan calon mempelai perempuan, Neulis Lisnawati (20) warga Desa Naringgul mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi adanya kegiatan bimbingan perkawianan yang digelar KUA Naringgul.   

” Ya, ini sangat bermanfaat sekali buat para pasangan calon pengantin yang hendak segera menikah. Kalau boleh jujur, saya sangat bersyukur sudah mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk mejalani rumah tangga nanti,” kata Neulis saat dihubungi via telepon sellular, Kamis (22/10).

Dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan tersebut, pihak penyelenggara mengintruksikan agar para peserta mematuhi protokol kesehatan.  Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

Bimas Kementrian Agama Cianjur, Ema Siti Fatimah, menuturkan, tujuan diadakannya bimbingan perkawinan itu sebenarnya untuk menekan angka perceraian. Karena bukan hanya di Cianjur saja, angka perceraian masih cukup tinggi. Maka dari itu pemerintah mulai kembali konsen untuk menekan angka perceraian dengan cara mengadakan bimbingan perkawinan.

” Dulu bimbingan perkawinan ini hanya dilaksanakan penataran selama beberapa jam saja. Lain lagi dengan sekarang, peserta diwajibkan hadir selama dua hari. Perharinya delapan jam. Diharapkan dengan adanya tambahan bimbingan perkawinan ini, para calon pengantin bisa lebih tahu tentang ilmu pernikahan,” ujarnya, Selasa (20/10) lalu dilokasi kegiatan.

Kemungkinan, lanjut Ema, kemarin itu disebabkan para calon pengantin hanya tahu sebatas menikah saja. Tapi tidak tahu tentang ilmu pernikahan. Sehingga terjadilah banyak perceraian.

” Jadi bukan hanya memberikan materi saja, tetapi dilaksanakan dengan simulasinya supaya para calon pengantin ini dilibatkan langsung. Maka dari itu harus berpasang-pasangan untuk berdiskusi supaya bisa lebih saling mengenal, tidak hanya mendengar materinya saja,” ujarnya menegaskan.

Selain itu, sambung Ema, pihaknya juga memberikan trik-trik bagaimana membangun rumah tangga yang sakinah. Selain itu juga memberi tahu cara mengatasi konflik rumah tangga dengan baik. Kemudian cara mengelola ekonomi.

” Dalam menyampaikan materi kami juga membawa narasumber yang berkompeten atau fasilitator yang bersertifikat dan sudah mengikuti diklat,” tandasnya.

Selama mengikuti kegiatan peserta mendapatkan konsumsi/snak dan makan siang. Setelah kegiatan selesai peserta diberikan sertifikat dan buku modulasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here