Laporan : Sam

Cianjur, metropuncaknews.com – Bendung Cisuru Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, sering dikunjungi banyak orang untuk melihat pemandangan alam yang indah dan  mengagumi bangunan bersejarah. Seperti diantaranya,  terowongan aliran air irigasi kurang lebih sepanjang 1000 meter.

Maka dengan adanya itu, Pemerintah Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, pada Kamis (16/9/2021) mengelar Festival Cisuru 2021. Temana adalah, “Susur  Terowongan Bendungan Cisuru,”. Kegiatan tersebut disaksikan sekaligus diresmikan Bupati Cianjur H. Herman Suherman.

Pada kesempatan itu, Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengatakan, Bendungan Cisuru yang berlokasi di Desa Sukarama itu, memiliki pemandangan yang indah. Selain itu, juga memiliki bangunan bersejarah. Yaitu Dam saluran Irigasi atau yang biasa disebut Daerah Irigasi (DI) Cihea. Bendungan tersebut dibangun dua abad yang lalu ketika zaman penjajahan Belanda.

Daerah Irigasi Cihea tersebut, mampu mengairi lahan sawah seluas 5 ribu hektar lebih. Mengairi sawah yang  berada ditiga kecamatan. Yaitu di  Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang dan Haurwangi.

Keindahan alam dan bangunan bersejarah Cisuru, sekarang resmi dijadikan destinasi wisata alam. Untuk lebih menarik para pengunjung, pihak panitia harus mampu berinovasi menata Cisuru dengan baik dan tidak mengganggu alam yang sudah ada.

Selain itu, Bupati Cianjur mempersiapkan  pada  pengelola destinasi wisata lainnya yang ada di Kecamatan Cianjur,  untuk membuka area wisatanya. “ Karena sekarang sudah bisa dibuka, namun tetap saja para pengelola dan para pengunjungnya harus mematuhi Protokol kesehatan (Prokes Covid 19) dan kapasitas pengunjungnya jangan lebih dari 50 persen,” terang bupati.

Sementara itu, Kepala Desa Sukarama Wahyu Komara menambahkan, Festival Cisuru 2021 itu, merupakan awal diresmikannya Bendung Cisuru sebagai destinasi  wisata alam. Kegiatan tersebut sambung Wahyu,  akan dilaksanakan tiap tahun. Selain itu, generasi muda supaya mampu berperan aktif menjadi penerus budayawan sunda. Hingga mampu memerankan jargon Kabupaten Cianjur yaitu, “Ngaos, Mamaos dan Maenpo, “

“ Kedepannya para pemuda Desa Sukarama harus mampu membudayakan Ngaos Mamaos dan Maenpo, karena hal tersebut merupakan budaya leluhur warga Kabupaten Cianjur dan disetiap festival Cisuru akan selalu ditampilkan seperti sekarang,” pungaksnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here