Aksi Unjukrasa yang dilakukan FPI DPW Kab Cianjur mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, TNI dan Sat Pol PP

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dalam waktu beberapa pekan terakhir ini, Kabupaten Cianjur selalu diguncang para pendemo. Mereka melakukan aksi menentang kebijakan Bupati Cianjur yang dinilai tidak pro rakyat.

Beberapa permasalahan pun bermunculan, baik dari yang pro maupun kontra. Kendati demikian, sebagai masyarakat pasti menginginkan Cianjur jauh lebih maju dengan segala aspek dan unsur yang ada.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa Persidium Cianjur Sugih Mukti (CSM), yang menuntut bupati Cianjur turun dari jabatannya dan DPRD membuat Pansus hak Angket. Namun sangat disayangkan, hingga saat ini permasalahan tersebut belum terselesaikan karena Bupati Cianjur tidak ada di tempat.

Berbeda dengan sebelumnya, aksi yang dilakukan kali ini, Senin (14/5), massa yang turun ke jalan dari Front Pembela Islam (FPI) DPW Kabupaten Cianjur. Mereka mengajukan 16 tuntutan permasalahan terhadap kepala daerah.

Ratusan petugas keamanan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP pun disiagakan, di halaman (Pendopo) pemerintah kabupaten dan Masjid Agung Cianjur. Kehadiran mereka guna menjaga keamanan para pendemo dari massa FPI. Alhasil demo berlangsung aman dan kondusif.

Dalam surat edaran FPI menyampaikan, setelah pihaknya berkonsultasi dengan para Ulama dan Habib sepuh, maka kami dari FPI akan mengadakan tarhib Romadhon dengan menutup tempat Ma’siat. Do’a untuk Palestina dan karena banyaknya fitnahan kepada FPI bahwa FPI diam dengan penyelewengan pemerintah daerah. Maka FPI akan demo menuntut kepada Bupati  Cianjur 16 hal tersebut. Maka, FPI mengundang kepada Ulama, Habib, Kiyai, Ustad, Santeri dan kaum muslimin untuk ikut serta dalam aksi tersebut.

Mengenai 16 tuntutan, sebetulnya sama dengan massa presidium Sugih Mukti yang disampaikan Komat. “ Hanya yang menjadi permasalahan, dugaan adanya unsur sara yang menghina ulama besar di Cianjur, yang dilakukan oleh salah satu oknum Ormas,” ujar Ang Asep Kunpayakun, Koordinator Lapangan (Korlap) DPW FPI Kabupaten Cianjur.

Ang Asep juga mengatakan, selaku umat muslim, pihaknya mengecam keras hal tersebut. “ Dan perlu diketahui, kami tidak ikut campur mengenai gugatan penyelewengan dana APBD, kami hanya fokus pada 16 hal saja,” ucap Asep.

Seusai Shalat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Bupati Cianjur H.Irvan Rivano Muchtar, menyikapi tuntutan yang diajukan FPI. Diantaranya, masalah trotoar, penyempitan jalan, pemindahan tempat pelayanan publik ke Campaka, tempat hiburan, minuman keras dan narkotika.

Irvan mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, telah melakukan langkah yang baik untuk masyarakatnya. Mengenai penyempitan jalan dan pelebaran trotoar, di Bandung, Surabaya dan kota-kota lain pun tidak jadi masalah. Selain itu mengenai pemindahan kantor pemda ke Campaka,  pihaknya sudah lebih dulu mengkaji, tujuannya untuk kebaikan masyarakat Cianjur.

Adapun permasalahan minuman keras dan peredaran Narkotika di Kabupaten Cianjur, pemerintah daerah dengan jajaran Kepolisian dan TNI, selalu berkoordinasi untuk memeranginya. Sekalipun tidak bisa menghilangkannya, paling tidak bisa mengurangi. Hal tersebut dikatakan Bupati Cianjur di depan jamaah Shalat Ashar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here