Para pelajar nampak serius mendengarkan paran instruktur tentang budidaya lebah

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Badan Usaha Mik Desa (Bumdes) Karya Mandiri, Desa Cibarengkong, Kecamatan Bojongpicung, Ciajur, selain mengeluti usaha Sembako, sekarang ini tengah mengeluti usaha budidaya lebah madu lokal (Apis Cerana). Budidaya lebah tersebut dipusatkan di bukit Pasir Papas. 

Dari hasil budidaya lebah tersebut, sekarang sudah mempunyai 70 stup (peti kotak tempat bersarangnya lebah) yang tiap dua pekan sekali siap dipanen. Menurut keterangan,  setiap stupnya mampu menghasilkan madu asli sebanyak 1 botol kecil kadang bisa  lebih.

Sementara keberadaan Pasir Papas  yang memiliki luas kurang lebih seluas 8 Ha itu, tidak hanya untuk berkeliaran lebah dan binatang lainnya saja, tapi bisa pula dijadikan tempat rekreasi. Karena mememiliki panorama alam yang indah. Penuh dengan ratusan jenis kayu  bertaraf internasional. Hingga ada kayu dari Eropa, Afrika, Amerika, Timur Tengah dan ada jenis kayu dari negara lainnya.  

Tentu saja hal tersebut membuat Pasir Papas sering dikunjungi para pelancong dan turis. Terutama para pelajar dan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan para wisatawan lokal. Termasuk para pejabat Provinsi Jawa Barat, para mahasiswa  dari Bogor, Bandung, Jakrta, pelajar SMA, SMP dan pelajar SD sengaja datang untuk studi tour di Pasir Papas. 

Seperti halnya, 80 orang pelajar Kelas  IV, SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur, pekan lalu melakukan kunjungan life skill ke Pasir Papas milik Bumdes Karya Mandiri. 

Seluruh siswa tersebut, terlihat serius mendengarkan penjelasan dari instrutur yang menerangkan tentang berbagai jenis lebah, perilaku kehidupan lebah. Mulai dari mencari bunga sampai membuat sarang madu. “ Mereka melihat langsung cara memeras madu dengan cara manual dan memeras madu dengan mengunakan mesin,” kata Kepala Desa Cibarengkok, Suryana. 

Sementara itu, Kepala SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur,  Ema Maryani mengatakan, berkunjung ke bukit Pasir Papas, tiada lain hanya untuk memperkenalkan alam, hutan yang ditumbuni berbagai macam jenis kayu langka. Termasuk lebah lokal penghasil madu pada seluruh siswanya. 

Menurut dia, lokasi Pasir Papas, memang cukup menarik perhatian para pelajat. Karena masih alamai, udaranya masih segar dan asri belum terkontaminasi berbagai polusi. Hingga suasanya terasa sejuk, sehat dan menyenangkan. 

Tidak cukup sampai disitu, para siswa mampu mendapatkan ilmu pengetahuaan tentang kehidupan alam liar. Budidaya lebah yang menghasilkan madu asli dan mampu melihat cara mengolah madung dengan cara tradisional dan memeras madu dengan cara modren (memeras madu dengan mesin). “ Itu lah yang disebut Life Skill bagi seluruh siswa SD Islam Kreatif Muhamadiyah Cianjur,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here