Tradisi tahunan, ngabuburit sambil nail delman ramai-rami

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Ngabuburit merupakan salah satu budaya tahunan. Biasanya, dilaksaakan anak-anak yang sedang belajatlr berpuasa. Dari siang hari hingga menjelang ditabuhnya bedug magrib. Anak-anak, bahkan para remaja pun ikut ngabuburit menunggu tibanya adzan magrib pada bulan suci Ramadhan.

Biasanya, pada acara ngabuburit tersebut, anak-anak dan kaum remaja melaksanakan  aktivitas ringan. Seperti jalan-jalan, bermain bercanda ria, naik delman rame – rame, mancing, main bedil-bedilan lodong dan bermain lainnya.

Seperti halnya anak-anak usia SD, warga Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang dan Kecamatan Haurwangi. Tiap sore hari turun ke jalan guna naik delman rame-rame dengan rute yang telah ditentukan kusir delman dengan jarak kurang lebih 1Km. Tarifnya pun terbilang murah. Yaitu Rp. 2000-Rp 3000, – per orangnya.

Salah seorang kusir Delman warga Kampung Cumanggala, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Jamal (47) mengatakan, selama bulan puasa, tiap sore dipakai untuk anak-anak ngabuburit. Untuk itu, ia tiap sore mangkal disetiap pertigaan jalan gang pinggir  jalan raya Bojongpicung, Doktor Mangku, Benong, Jalan Cibarengkok, Cibodas, Mekarwagi, Sipon, Kecamatan Haurwangi dan di jalan terusan Muhamad Ali, Kampung Sukamanah, Pasir Angin, Bedahan, Cibogo, Kecamatan Ciranjang. Setiap sore seluruhnya warga Desa Nanggalamekar, sengaja datang untuk mengangkut  anak-anak bermain sambil ngabuburit naik delman.

Penumpang anak-anak naik delman, maksimalnya 10 orang. Harga perorangnya hanya Rp. 200-Rp.3000,- dengan jarak 1Km bulak nalik. Maka dengan adanya budaya ngabuburit naik delman, seluruh pemilik delman tiap harinya mampu mengantongi uang Rp. 100- Rp. 150 ribu.

“ Ini berkah Ramadhan, seluruh pemilik delman kebanjiran rejeki musiman,” aku Jamal.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Bedahan, Desa Mekargalih, Ciranjang, Nyi Mas Kokoy (37) mengatakan, ini memang sudah jadi tradisi tahunan. Setiap Ramadhan, khusnya tiap sore hari, anak-anak turun ke jalan guna ngabuburit sambil naik delman, naik odong-odong dan ada pula yang jalan-jalan meyelusuri pinggir jalan raya.

“ Kami hanya minta pada kusir delman agar jaga keselamatan anak-anak, jangan bawa penumpang berlebihan hingga sampai ada yang bergelantungan,” tutur Kokoy pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here