Laporan : Ace

Cianjur, metropuncaknews.com – Sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Brother To Jannah, mengunjungi Kakek Rustandi alias Nunun. Kakek Nunun ini adalah seorang penjaga kuburan yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tinggal di Gg. Sanusi Kampung Tugu RT. 03/18 Kelurahan Sayang Cianjur, Jum’at (01/05).

Sebelumnya keberadaan penjaga kuburan tersebut, sempat ramai diberitakan di media sosial (facebook) dan beberapa media online.

Menurut informasi yang dihimpun, rumah Kakek Nunun terbakar 3 tahun lalu. Berkat bantuan dari para tokoh di Kampung Tugu, Kakek Nunun kini bisa tinggal di di saung berukuran 2×2 meter. Meski tanpa kamar mandi dan dapur.

” Kakek tinggal di saung ini sejak tahun 2018, sehari-harinya hanya mengandalkan pemberian dari para peziarah saja, dan kalaupun tidak punya uang kakek terpaksa merongsok barang bekas di sungai di dekat-dekat sini saja untuk dijual,” ucapnya.

Lanjut Kakek Nunun, dengan keadaan seperti itu, ia sudah bersyukur masih ada yang peduli. Sebab kalau harus bekerja mengumpulkan uang untuk membangun rumah bukan tidak mungkin, tapi ia sudah tua renta. Jadi asanya tidak mungkin untuk bekerja di orang lain karena tenaganya sudah berkurang.

” Kakek tidak mau menggantungkan hidup pada orang lain, di usia yang sudah senja ini kakek hanya ingin hidup lebih bermanfaat buat orang lain. Seperti yang dilakukan saat ini, mungkin pihak keluarga almarhum/almarhumah tidak selalu merawat makam keluarganya setiap hari,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan Kakek Nunun, ia berpesan, selagi ada kesempatan untuk mengabdi pada orang lain, maka lakukanlah sebelum kita dipanggil_Yang Maha Kuasa.

” Terima kasih adik-adik, kakek bangga ada anak muda yang berjiwa seperti ini, mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa tercapai. Jangan ragu untuk berbuat kebaikan, karena Alloh akan membalasnya dengan berlipat-lipat ganda, amin,” kata Kakek Nunun seraya meneteskan air matanya.

Sementara Angga salah seorang member Brother To Jannah mengatakan, kepedulian terhadap sesama itu karena merasa dimasa lalunya suka ugal-ugalan. Namun setelah dipertemukan dengan member-member yang lain, dirinya mulai saling mengisi dan mengingatkan untuk berbuat kebaikan.

” Ya, disini kita tidak ada maksud ria ataupun takabur, hanya ingin mengajak dan mengingatkan yang lain untuk lebih membuka hati supaya lebih peduli terhadap sesama, dan mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here