Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Merebaknya Virus Corona/Covid-19, sangat berdampak buruk pada perekonomian diberbagai lapisan masyarakat. Satu diantara sekian banyaknya yaitu, di Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat, Senin (30/03).

Dalam pidato Persiden RI beberapa hari lalu, disampaikan 9 poin kebijakan untuk mengantisipasi terpuruknya ekonomi masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Naringgul mengatakan, khususnya kepada nasabah BRI Unit Naringgul. Pihaknya akan memperjelas terkait informasi keringanan/restrukturisasi kepada debitur.

” Keringanan yang dimaksud ini, berbentuk penundaan pembayaran kewajiban bukan penghapusan kewajiban. Keringanan/restrukturisasi tersebut disediakan dalam beberapa bentuk yang disesuaikan dengan kondisi debitur, dan atau usaha debitur sehingga lebih memudahkan debiturnya,” kata Manajemen BRI Unit Naringgul.

Lanjutnya, pemberian keleluasaan untuk memilih keringanan, harus mempertimbangkan beban debitur agar tidak memberatkan. Baik saat ini maupun di masa mendatang.

” Jika pada masa restrukturisasi debitur mendapatkan keuntungan melebihi kebutuhan hidup dan kewajiban kepada Bank, maka dapat ditabung di BRI untuk mempersiapkan pembayaran kewajiban pada saat timbulnya kewajiban normal kepada Bank BRI,” tandasnya.

Sementara Kepala BRI Unit Naringgul Isya Ibrahim memaparkan, yang dimaksud kebijakan penundaan pembayaran angsuran itu bukan penundaan keseluruhan pokok dan bunga, melainkan nasabah wajib membayar bunganya saja.

” Pada intinya hutang itu wajib dibayar, tapi kalau memang mainsetnya nasabah masih sanggup mau bayar dan ada untuk membayarnya apa susahnya bayar saja, tapi kalau memang nasabah mau mengajukan penundaan, tinggal hubungi saja kontak person atau datang kekantor kami untuk minta penjelasannya,”ujarnya.

Masih dikatakan Isya, misalnya nasabah A mengajukan penundaan selama satu tahun. Berarti ia wajib membayar bunganya selama satu tahun dan itu kosekwensi yang harus ditanggung oleh nasabah.

” Terdapat empat instrumen terkait penundaan angsuran pokok, ada batas maksimum dan minimum. Kalau yang disampaikan Presiden itu batas waktu maksimum. Jadi tidak harus satu tahun saja nasabah mengajukan penundaan pokoknya, toh pada akhirnya nasabah harus membayar bunganya juga. Terkait dengan batas waktu diantaranya., ada yang tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan dan terkahir satu tahun,” jelasnya.

Terakhir, selain itu karena wilayah Kecamatan Naringgul masih masuk zona hijau, diinformasikan juga khusus untuk nasabah BRI Unit Naringgul, BRI Unit Naringgul masih melayani buka seperti biasa. Yaitu dari mulai buka pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Nasabah gak perlu takut sebab di kantor BRI Unit Naringgul, sudah ada alat pengecek pengukur suhu tubuh.

” Insya Allah selain alat pengukur suhu tubuh, di kantor BRI Unit Naringgul juga sudah disiapkan Hand Sanitizer, dan untuk para nasabah yang mau setor sudah dikasih jarak duduk serta yang bisa masuk kedalam hanya nasabah saja. Maka dari itu, apabila ada nasabah yang mau menayakan terkait kebijakan penagihan masalah cicilan pokok, silahkan datang saja ke kantor,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here