Sosialisasi PTSL di Aula Desa Rahong

Laporan : H. Rudi Salam, SIP

Cianjur, metropuncaknews.com – Setelah  Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tahun 2018 usai, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur melantik kembali tim PTSL untuk Tahun 2019. Pelantikan Tim BPN tersebut dilakukan oleh Kepala BPN Kab. Cianjur, Lutfi Zakaria, SIP, Selasa (19/02) pekan lalu.

Acara pelantikan yang dilaksanakan dihalaman kantor BPN Kabupaten Cianjur tersebut, melantik 5 Tim yang mencakup 20 desa penerima program PTSL Tahun 2019. Selanjut tim tim tersebut langsung mengadakan sosialisasi di wilayahnya masing masing. Seperti halnya Tim 5 yang di ketuai Chanuel, SH, S.IP, MM yang juga Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Kabupaten Cianjur, mengadakan sosialisasi pada masyarakat yang berada di wilayah Desa Rahong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. Sosialisasi tersebut, digelar di Aula Desa Rahong, Kamis (21/02). .

Menurut Chanuel, dirinya sebagai Ketua Tim 5 yang membawahi 3 desa. Yakni Desa Rahong kecamatan Cilaku, Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu dan Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang.

Dari ke 3 desa ini untuk pemetaan bidangnya sebanyak 10 ribu bidang. Namun untuk proses sertifikatnya di tahun 2019 ini hanya 8 ribu bidang.

Masih menurut Chanuel , untuk Desa Rahong Tahun 2019 ini yang dipetakan bidangnya sebanyak 2.900. Namun yang bisa di sertifikatkan  hanya 2.500 bidang. Untuk penyelesaian kegiatan PTSL ini ada berapa kluster. Yaitu Kluster 1 pengertiannya Bidang Tanah memenuhi syarat diterbitkan sertifimat HAK (eviden sertikat). Kluster 2, bidang tanah data fisik serta yuridisnya memenuhi syarat diterbitkan sertifikat HAK. Namun terdapat perkara di pengadilan dan /atau sengketa. (Eveden buku tanah).

Kluster 3, bidang tanah yang data fisik dan/atau data yuridisnya tidak dapat dibukukan dan diterbitkan sertifikat HAK. Karena subyek dan/ atau obyek haknya belum memenuhi persyaratan dalam Permen ART/ Ka BPN No.6/2018. (Eveden daftar tanah). Dan kluster 4, Bidang tanah yang obyek dan subyeknya sudah terdaftar dan sudah bersertifikat hak atas tanah. Namun tidak sesuai dengan kondisi lapangan atau terdapat perubahan data fisik. “ Maka wajib dilakukan pemetaannya kedalam peta PTSL ( eveden peta bidang yang sudah ditingkatkan kualitasnya),” jelas Chanuel.

Sementara itu salah seorang tokoh warga Desa Rahong, Royani saat ditemui mengatakan, alhamdulillah tahap 2 program PTSL Desa Rahong ini di wilayahnya bisa tersentuh.Awalnya Royani merasa takut program ini tidak berlanjut. Namun setelah kedatangan tim dari BPN yang di ketuai Chanuel datang dan memberikan sosialisasi, dirinya jadi gembira. Karena harapan untuk memiliki sertifikat bisa kesampaian alias tercapai.

Apalagi dalam sosialisasi ini dijelaskan apa yang harus disiapkan masyarakat dalam memenuhi persyaratan program ini. Sehingga sampai jadi sertifikat.

Hal senada juga disampaikan Kades Rahong E. Koswara. Kades berharap, warga Desa Rahong bisa memiliki bukti kepemilikan tanah yang syah. “ Kami berharap, semua bisa berjalan lancar. Untuk itu  saya berharap masyarakat menyiapkan segala persyaratannya secepatnya,” kata Kades Rahong pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here